Harimau Berukuran Besar Terlihat Warga Galugua, BKSDA Telusuri Jejak

 Harimau Berukuran Besar Terlihat Warga Galugua, BKSDA Telusuri Jejak
Jejak telapak kaki Harimau di Batu Sampik, Nagari Galugua, Kabupaten Limapuluh Kota.

 

 

LIMA PULUH KOTA – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kabupaten Limapuluh Kota lakukan penyisiran terkait terlihatnya Harimau berukuran besar oleh masyarakat di Nagari Galugua, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) pada minggu lalu. Bersama staf camat Kapur IX penelusuran jejak harimau dipimpin langsung Kepala Resor BKSDA Martias, Selasa (10/4).

“Sejak terlihat pada Minggu kemarin sekitar pukul 10.00 Wib disalah satu perkebunan Gambir masyarakat, kita laporkan lansung kepada BKSDA Resor Lima Puluh Kota. Selasa ini BKSDA Resor Lima Puluh Kota dipimpin bapak Martias lansung turun kelokasi di Jorong Galugua, untuk mencari dan menelusuri jejek baru kaki Harimau Sumatera ini,” sebut Camat Kapur IX, Andri Yasmen, Selasa (10/4) kepada wartawan.

Camat mengatakan, Pihak BKSDA akan melakukan langkah-langkah tepat agar harimau tidak sampai menelan korban jiwa. Sejak Harimau Sumatera berukuran besar itu terlihat oleh masyarakat di perkebunan Bukit Sampik, membuat petani dan masyarakat cemas dan khawatir.

“Hingga saat ini masyarakat petani gambir tidak berani beraktivitas seperti biasa mengampo Gambir. Meski belum mengganggu manusia, tetapi hal ini membuat masyarakat takut untuk kekebun. Bahkan untuk anak-anak sekolah asal Galugua pulang sekolah dari ibu kota Kecamatan di Muaro Paiti, terpaksa harus dijemput orangtua masing-masing.” Katanya.

Ditambahkan, Camat bersama Kapolsek dan Danramil akan ikut membantu pihak BKSDA menghalau untuk kembali kehabitatnya ke kawasan hutan lindung. Sebelumnya, masyarakat Galugua melihat binatang bertaring ini, para petani Gambir lansung berlarian menyelamatkan diri keperkampungan berjarak 10 kilometer dari kawasan Batu Sampik. Dirinya menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada.

“Kepada masyarakat kita sudah memberikan himbauan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak dinginkan terkait keberadaan binantang buas tersebut. Diharapkan masyarakat untuk tidak beraktivitas dikebun sendiri-sendiri. lebih baik berkelompok,” pungkas Andri Yasmen. (Rino)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

+ 30 = 40