Enam rumah warga Agam rusak dihantam puting beliung

Salah seorang warga sedang melihat kondisi rumah rusak berat akibat angin puting beliung melanda Labuh, Nagari Canduang Koto Laweh, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, Senin (16/4) sekitar pukul 15:45 WIB. (ANTARA SUMBAR/Yusrizal)

Lubukbasung, (Antaranews Sumbar) – Sebanyak enam unit rumah rusak akibat angin puting beliung di Labuh, Nagari Canduang Koto Laweh, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Senin sekitar pukul 15.45 WIB.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, Wahyu Bestari di Lubukbasung, Senin, mengatakan, keenam unit rumah itu milik Edison (52) dalam kondisi rusak berat, Fetrianti (43) kondisi rusak berat dan Syamsiah (80) rusak ringan.

Sementara rumah milik Tanizar (50) mengalami rusak sedang, Mulutuih (60) rusak ringan dan Zudianti (65) rusak ringan.

Keenam unit rumah itu rusak pada bagian atap, ujarnya.

“Ini data sementara dan kami masih menghimpun data kerusakan rumah akibat angin puting beliung di Labuh, Nagari Canduang, Kecamatan Canduang,” ujarnya.

Tidak ada korban jiwa akibat kejadian ini dan total kerugian sekitar Rp200 juta.

Saat ini, korban atas nama Edison mengungsi ke rumah keluarga. Sedangkan lima korban lainnya tetap berada di rumahnya.

Anggota satuan tugas BPBD setempat telah berada di lokasi kejadian untuk memberikan pertolongan kepada korban.

“Anggota satuan tugas BPBD setempat langsung ke lokasi setelah mendapatkan laporan dari warga” katanya.

Pada Sabtu (14/4), banjir juga melanda Tompek, Nagari Silareh Aia, Kecamatan Palembayan, mengakibatkan satu unit jembatan rusak berat sehingga akses transportasi masyarakat setempat terganggu.

Lalu, banjir melanda Sungai Nibuang, Nagari Tiku Selatan, Kecamatan Tanjungmutiara setinggi 30-40 centimeter merendam satu unit rumah milik Sabrina (68).

Selain itu, banjir melanda Gasan Kaciak, Nagari Tiku Selatan, Kecamatan Tanjungmutiara setinggi 30 centimeter merendam 30 unit rumah.

Banjir merendam badan jalan di Cacang Randah, Nagari Tiku Utara, Kecamatan Tanjungmutiara, mengakibatkan badan jalan menghubungkan Cacang Randah menuju Bukit Malintang terban sepanjang enam sampai tujuh meter.

“Kondisi jalan hanya bisa dilewati dengan kendaraan roda dua,” katanya.

Dengan kejadian ini, pihaknya mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan dengan cara menjauhi lokasi rawan longsor, banjir dan tidak berada di sekitar pohon saat curah hujan tinggi disertai angin kencang melanda daerah itu.

“Ini harus dilakukan agar terhindar dari korban jiwa,” katanya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− 4 = 3