Dukung Pengembangan Pariwisata, 50 Pengelolah Homestay di Sumbar Dilatih

Dukung Pengembangan Pariwisata, 50 Pengelolah Homestay di Sumbar Dilatih

Narasumber workshop peningkatan kapasitas pelaku usaha Homestay, Rabu (10/7)

 

 

PADANG – Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera diwakili Derliati membuka secara resmi Pelatihan Peningkatan Kapasitas pelaku Usaha pariwisata bagi 50 Pengelola Homestay Tahun 2018 Di Hotel Daima Padang, Sumatera Barat Rabu, (11/7/2018). Dengan tema Melalui workshop peningkatan kapasitas pelaku usaha pariwisata kita tingkatkan pelayanan serta kualitas dalam mendorong kunjungan wisatawan ke Sumatera Barat.

Dalam sambutannya, Derliati menyampaikan strategi pengembangan destinasi pariwisata Sumbar mencakup pembenahan infrastruktur penunjang, peningkatan SDM, dan pembenahan aksesibilitas menuju destinasi pariwisata, serta pengembangan destinasi pariwisata yang berkelanjutan.

Di akhir sambutannya Derliati mengajak seluruh peserta pelatihan ke depannya dapat berperan menjadi agent-agent pariwisata yang dapat memberikan informasi terhadap kekayaan destinasi pariwisata Provinsi Sumbar.

Kabid Ekraf Dinas Pariwisata Sumbar Derliati, mengharapkan dengan pelatihan ini para pelaku usaha di tempat wisata bisa dengan gamblang mengetahui sebenarnya apa itu homestay, meskipun sebagian masyarakat sudah tahu. “Dari Dinas Pariwisata inilah warga di destinasi wisata secara detail contoh bagaimana pengelolaan homestay,” katanya.

Tentu harapannya, kata dia, dengan pelatihan ini masyarakat di destinasi wisata bisa berperan aktif menyiapkan homestay yang lebih nyaman ditempati wisatawan. “Dan setiap homestay yang ada terdaftar ke Dispar, sehingga nantinya memudahkan promosi ke wisatawan, sehingga jika kamar hotel penuh karena ada even wisata maka wisatawan bisa menggunakan homestay,” pungkasnya.

Dalam pelatihan tersebut Dinpar langsung mendatangkan pakar pariwisata dari Staipik Jakarta, Ananta Budi yang seorang akademisi. Dalam materi yang disampaikan, kata Ananta, banyak aspek yang mengedepankan sapta pesona pariwisata Indonesia. “Yang jelas homestay yang baik memperhatikan aspek-aspek pengelolaan homestay seperti aspek produk, aspek pelayanan dan aspek pengelolaan itu sendiri,” katanya.

Aspek produk misalkan terkait fasilitas kamar tidur, kamar mandi, dapur, ruang makan, dan ruang tamu serta sarana fasilitas pendukung lainnya. Termasuk soal listrik, pasokan air, sarana komunikasi, dan pengelolaan limbah. Sedangkan pada aspek pelayanan bagaimana penerimaan tamu, penataan kamar dan ruangan, pelayanan makanan dan minuman, serta layanan tuan rumah. Kemudian aspek pengelolaan meliputi rumah tinggal, fisik bangunan dan SDM itu sendiri. (RI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− 2 = 3