Dua Pencuri Tas Staf Kantor Kepresidenan Ditembak Mati

Dua Pencuri Tas Staf Kantor Kepresidenan Ditembak Mati

 

 

JAKARTA – Polda Metro Jaya menembak mati dua dari tujuh pelaku pencurian tas Staf Ahli Kantor Kepresidenan, Armedya Dewangga. Tujuh pelaku memiliki peran masing-masing dalam setiap menjalankan aksi dengan modus memberitahu ban kempis.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Nico Afinta menegaskan, ada tujuh pelaku yang ditangkap di berbagai tempat berbeda. Mereka adalah, Ramalia alias Ramli, Hardiwahidin alias Toing, Dani Setiawan, Achmad Mahmudi, Abdul, Ade Junaidi, dan Heru Astanto.

Nico melanjutkan, mereka memliki peran berbeda-berbeda mulai dari pengallih perhatian, pengambil tas dan juga ada dua penadah hasil curian yang dilakukan oleh kelompok ini. Kelompok ini diciduk pada Jumat, 6 Juli 2018 lalu.

Namun, saat dilakukan pengembangan untuk mencari barang bukti salah satu pelaku atas nama Ramalia mencoba untuk melawan dengan cara merebut senjata salah satu petugas, sehingga dilakukan tindakan tegas dengan melakukan penembakan terhadap pelaku hingga akhirnya meninggal dunia.

“Ada tiga pelaku lain yang terpaksa kami lumpuhkan kakinya, mereka sempat mau melarikan diri tapi kita berhasil menggagalkannya,” kata Nico pada wartawan Minggu (8/7/2018).

Nico menuturkan, hasil penyelidikan terhadap penadah bernama Ade Junaidi, laptop hasil curian dijual seharga Rp4 juta ke Heru Astanto. Namun, saat diperiksa Heru Astanto mengaku menjual lagi laptop tersebut ke seseorang bernama Tri Wahyudi di Bekasi.

Ketika dibawa ke Bekasi, Heru Astanto mencoba melarikan diri dan menyerang petugas sehingga Heru kembali ditembak. Sempat akan dibawa ke rumah sakit, tapi saat tiba pelaku sudah meninggal dunia.”Dua pelaku tewas ditembak. Kami masih memburu satu pelaku lain atas nama Buyung,” ujarnya.

Seperti diketahui, Staf Ahli Kantor Kepresidenan, Armedya Dewangga menjadi korban pencurian saat melintas di kawasan Gajah Mada, Taman Sari, Jakarta Barat, Jumat 8 Juni 2018. Armedya mengaku telah mengalami kehilangan barang diantaranya Macbook, Hardisk satu tera berisi dokumen negara, uang tunai Rp2,5 juta, pin sekretariat negara, dan kartu nama staff presiden.

Saat dicuri, Armedya tertipu dengan gerombolan yang menunjukan bahwa ban mobilnya kempis. Ketika lengah dan keluar dari mobil. Benda benda itu langsung digondol pelaku yang membuka dari pintu kiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

80 + = 84