Dua Bandara Besar di Indonesia Diperiksa Lembaga Internasional

image_title

Direktur Utama AP II, Muhamad Awaluddin, di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, pada Senin, 16 Juli 2018.

VIVA – Dua bandara besar yang dikelola PT Angkasa Pura II, yaitu Bandara Kualanamu di Sumatera Utara dan Bandara Minangkabau Sumatera Barat, diperiksa oleh Airports Council International atau ACI.

ACI ialah lembaga konsultan asing yang mengaudit segala aspek-aspek penerbangan di sejumlah bandara dunia. Aspek-aspek yang diperiksa meliputi keamanan penerbangan.

“Pihak ACI ini, memang datang yang bertujuan untuk review (memeriksa) keamanan, serta mengaudit aspek-aspek keselamatan penerbangan yang dikelola AP (PT Angkasa Pura) II khususnya, di Bandara Kualanamu dan Minangkabau,” kata Direktur Utama AP II, Muhamad Awaluddin di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, pada Senin 16 Juli 2018.

Hasil audit itu diharapkan dapat meningkatkan keselamatan dengan standar internasional. Diharapkan juga dapat memberikan pengalaman prospektif sisi udara, runway safety, dan apron safety dan situasi terminal, dan menjaga kualitas pelayanan.

Angkasa Pura, berbekal rekomendasi ACI, selalu menekankan aspek keamanan dan keselatan penerbangan. Menurut Awaluddin, pada dasarnya tak ada bandara yang sempurna, pasti ada kekurangannya. Namun, upaya peningkatan kualitas layanan harus selalu ditekankan.

Alasan Bandara Minangkabau dan Bandara Kualanamu yang diaudit, katanya, karena ACI memang baru mendapatkan data kedua bandara itu. “Kemungkinan Bandara Soetta (Soekarno-Hatta) juga bisa dilakukan pemeriksaan seperti di Minangkabau dan Kualanamu, namun sampai saat ini belum. Bukan karena bandara itu sibuk tapi memang belum ada tim yang datang untuk memeriksa keselamatan di Bandara Soekarno,” ujarnya.

Satu juta pesawat

Angkasa Pura II menargetkan peningkatan pergerakan pesawat hingga mencapat satu juta pada tahun 2018 di 15 bandara yang dikelolanya. Pada tahun 2017 saja, pergerakan pesawat di bandara-bandara itu sudah mencapai 820 ribu penerbangan.

Angkasa Pura II juga sedang meningkatkan infrastruktur dan pelayanan yang dapat menunjang target itu. Infrastuktur yang ditingkatkan, antara lain runway atau landasan pacu, tak hanya di Bandara Soekarno-Hatta tetapi juga di Kualanamu dan Minangkabau.

“Kalau Bandara Soetta ini kita target selesai pada September 2019, dan yang lain masih proses pembebasan. Namun, terdapat pengembangan insfrastruktur yang saat ini sedang ditambah luasan. Untuk di Minangkabau ada perluasan apron, dan untuk Kualanamu juga sedang memperluas terminal kurang lebih 70 ribu meter,” kata Awaluddin.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 + 6 =