Dua Anggota Polri yang Diserang KKSB Papua Masih Hilang

Petugas KPU mengangkut logistik Pilkada ke gedung Eme Neme Yauware, Timika, Papua, Sabtu (23/6).

Petugas KPU mengangkut logistik Pilkada ke gedung Eme Neme Yauware, Timika, Papua, Sabtu (23/6).

 

 

 

 

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA — Tim SAR gabungan saat ini dikerahkan untuk mencari dua anggota Polri yang menjadi korban pengadangan kelompok kriminal sipil bersenjata (KKSB) Rabu (27/6) lalu saat kembali ke Torere, Kabupaten Puncak Jaya.

Kapolda Papua Irjen Boy Rafli Amar, di Jayapura, Jumat (29/6), mengatakan tim SAR gabungan dibantu masyarakat saat ini melakukan pencarian di sekitar Sungai Mamberamo karena hingga Jumat jasad kedua anggota Polres Puncak Jaya belum ditemukan.

“Kapolres Mamberamo Raya sudah diperintahkan untuk melakukan pencarian bersama tim SAR dan masyarakat, karena kawasan itu berada di sekitar Sungai Mamberamo,” kata Irjen Boy Rafli.

Anggota Polres Puncak Jaya berjumlah sembilan orang yang dipimpin Ipda Jesayas Nusi sedang bertugas pengamanan surat suara Pilkada Gubernur Papua, Rabu (27/6) sekitar pukul 16.00 WIT diadang KKSB saat kembali menuju Torere. Serangan itu menyebabkan Kepala Distrik Torere Obaja Froare tewas dan dua anggota Polri belum diketahui nasibnya.

Kedua anggota Polri yang bertugas di Polres Puncak Jaya belum diketahui nasibnya yaitu Ipda Jesayas Nusi dan Brigpol Sinton Kabarek.

Sedangkan tujuh anggota yang selamat dan kini sudah berada di Mulia, yakni Bripka Maks Anjonderi, Brigpol Steven Auparay, Bripda Daniel Tambunan, Bripda Firmansa, Brigpol Yusuf Toding, Brigpol Mulyadi, dan Briptu Petrus Imbiri.

Pejabat Gubernur Papua Soedarmo prihatin atas tewasnya Kepala Distrik Torere Obaja Froaro akibat ditembak kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB).

Soedarmo juga turut berduka atas insiden yang menewaskan korban terlebih saat itu sedang membawa surat suara hasil pencoblosan bersama anggota Polri ke Torere.

“Dari laporan yang diterima terungkap dalam perjalanan rombongan yang menggunakan dua perahu motor diadang dan ditembak KKSB,” kata Soedarmo di Jayapura, Kamis (29/6).

Pemprov Papua, kata ia, akan memberikan penghargaan. Namun apa bentuknya belum diputuskan karena masih dipelajari peraturan di lingkungan aparatur sipil negara atau ASN.

“Kalau anggota (TNI- Polri) sesuai peraturan bila meninggal saat bertugas akan mendapat penghargaan kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi,” kata Soedarmo seraya menambahkan, penghargaan akan segera diberikan kepada keluarga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 + 3 =