Disegel Sekelompok Warga, Pelayanan di Kantor Wali Nagari Ini Terganggu

Disegel Sekelompok Warga, Pelayanan di Kantor Wali Nagari Ini Terganggu

Terlihat Kantor Wali Nagari Air Haji Tengah, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), dipalang (ditutup, red). Akibat peristiwa ini, pelayanan pubik kepada masyarakat menjadi lumpuh total sejak Jumat (2/3) kemarin hingga Senin (5/3).

 

 

PAINAN, HARIANHALUAN.COM – Kantor Wali Nagari Air Haji Tengah, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), dipalang (ditutup, red) oknum masyarakat setempat. Akibat peristiwa itu, sehingga pelayanan pubik kepada masyarakat menjadi lumpuh total sejak Jumat (2/3) kemarin hingga Senin (5/3).

Wali Nagari Air Haji Tengah Zainul mengatakan, sejak kantornya dipalang dengan papan pada pintu masuk oleh sejumlah oknum masyarakat, pelayanan publik di nagari tersebut belum bisa maksimal dilakukan.

“Benar, pelayanan publik telah terhenti semenjak Jum’at (2/3) kemarin hingga hari ini Senin (5/3) di kantor Walinagari. Sebab, sampai sekarang pintu yang dipalang dengan papan oleh oknum masyarakat belum juga dibuka,” jelasnya saat dihubungi Haluan, di Painan.

Ia mengatakan, bahwa pemalangan kantor walinagari tersebut, pintu dilakukan warga pada Jumat (2/3) sekitar pukul 15.00 WIB. Setelah penyegelan dilakukan, ia selaku walinagari langsung melaporkan kejadian itu kepada pihak kecamatan dan juga polsek setempat.

“Namun, sampai saat ini belum ada tindaklanjutnya. Kantor tempat saya memberikan pelayanan kepada masyarakat bersama sejumlah perangkat masih dalam kondisi dipalang,” ungkapnya.

Ditambahkannya, penyegelan kantor walinagari oleh sejumlah oknum masyarakat itu, berawal dari kesalahpahaman dan miskomunikasi antara pihak nagari dengan masyarakat setempat saat melakukan rapat. Menurutnya, rapat itu dilakukan, karena pada tanggal 16 Maret 2018 mendatang, masa jabatannya sebagai walinagari akan segera berakhir. Pada saat itu, rapat sedang membahas beberapa hal yang dirasa sangat perlu disampaikan, diantaranya tentang kelanjutan organisasi kemasyarakatan.

“Nah, pada saat rapat baru akan dimulai, tiba-tiba beberapa oknum masyarakat langsung mengajukan pertanyaan. Kenapa kami tidak diundang? Saat itu pertanyaannya mereka juga agak menyudutkan,” terangnya.

Lebih lanjut dijelaskan, sebagai walinagari ia memang tidak mengontrol secara baik terhadap undangan yang disebar. Karena dalam melakukan penyebaran undangan, telah ada perpanjangan tangan walinagari melalui kepala kampung.

“Jadi, setelah saya jelaskan seperti itu, kondisi langsung tidak kondusif dan akhirnya oknum masyarakat tersebut mengamuk dan kemudian merusak kursi serta melakukan penyegelan terhadap kantor walinagari,” terangnya lagi.

Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Nagari Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, (DPMNP2KB) Pessel, Hamdi ketika dihubungi Haluan, membenarkan kejadian penyegelan yang dilakukan oleh sejumlah oknum masyarakat tersebut.

“Benar, ada sejumlah oknum masyarakat melakukan penyegelan pada kantor Walinagari Air Haji Tengah dengan cara dipalang dengan kayu. Berdasarkan keterangan dari Camat Linggo Sari Baganti, persoalan itu terkait beberapa hal. Selain akibat dari kata-kata walinagari, juga terkait masalah prona, raskin, dan galian C,” katanya.

Dikatakannya, besok pihaknya bersama camat akan turun kelapangan untuk mencari solusi terbaik agar persoalan tersebut tidak berlarut.

“Besok kita akan turun ke lapangan bersama Muspika kecamatan untuk mencari solusi terbaik dan melakukan mediasi antara masyarakat dan walinagari. Kita berharap masalah ini segera diselesaikan sehingga pelayanan terhadap masyarakat tidak terganggu. Untuk saat ini, kita minta kepada sekretaris walinagari tetap melakukan pelayanan dengan cara menumpang di rumah warga dekat kantor walinagari tersebut,” terangnya. (h/kis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 + 6 =