Diperiksa KPK Soal Garuda, Suami Dian Sastro Banyak Dicecar

Diperiksa KPK Soal Garuda, Suami Dian Sastro Banyak Dicecar

Suami Dian Sastro, Maulana Indraguna Sutowo mengaku banyak dicecar pertanyaan oleh KPK terkait kapasitasnya sebagai saksi tersangka suap Garuda, Emirsyah Satar. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)

 

 

Jakarta, CNN Indonesia — Maulana Indraguna Sutowo, suami aktris Dian Sastrowardoyo telah rampung diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan 50 mesin pesawat Airbus A330-300 untuk PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, pada periode 2004-2015.

Indra diperiksa dalam kapasitasnya sebagai Direktur Utama PT Mugi Rekso Abadi yang merupakan saksi untuk tersangka, mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar. Indra mengaku banyak dicecar pertanyaan oleh penyidik KPK, namun tak merincinya.

“Banyak (pertanyaan), nanti tanya dengan teman-teman KPK saja ya,” kata Indra yang keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 16.00 WIB, di gedung KPK, Jakarta, Selasa (10/4).

Putra pengusaha Adiguna Sutowo itu tak menjawab saat dicecar awak media dengan sejumlah pertanyaan terkait materi pemeriksaannya. Indra memilih bungkam saat disinggung keterlibatan PT Mugi Rekso Abadi dalam kasus korupsi di Garuda itu.

Indra justru mengapresiasi penyidik KPK yang ia nilai profesional. Dia mengatakan menghargai pemanggilan yang dilakukan penyidik KPK.

Menurut dia, sebagai warga negara Indonesia dirinya patuh memenuhi panggilan penyidik lembaga antirasuah.

Indra yang kini menjabat sebagai CEO PT Mugi Rekso Abadi, menggantikan posisi Soetikno Soedarjo yang ikut ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus Garuda ini.

Lembaga antirasuah tengah mendalami aktivitas bisnis PT Mugi Rekso Abadi terkait dengan pengadaan pesawat dan 50 mesin pesawat Airbus A330-300 untuk PT Garuda Indonesia. PT Mugi Rekso Abadi dibentuk oleh Soetikno dan Adiguna Sutowo.

Dalam kasus ini, Emirsyah diduga menerima suap dari Rolls-Royce, perusahaan mesin asal Inggris, berupa uang dan aset yang diberikan melalui Soetikno yang juga Beneficial Owner Connaught International Pte Ltd.

Suap tersebut diberikan Rolls-Royce kepada Emirsyah terkait pengadaan pesawat dan 50 mesin pesawat Airbus A330-300 untuk PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk pada periode 2004-2015.

Emirsyah sudah ditetapkan sebagai tersangka bersama Soetikno sejak 16 Januari 2017. Namun, Emirsyah dan Soetikno belum juga ditahan meski proses penyidikan telah berjalan lebih dari satu tahun.

Penyidik KPK juga telah menyita satu unit rumah milik Emirsyah di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, pada Kamis (29/3) lalu.

Rumah yang disita penyidik KPK itu dibeli oleh keluarga Emirsyah pada 2012 seharga kurang lebih Rp8,5 miliar. Uang yang digunakan untuk pembayaran rumah tersebut diduga berasal dari pemilik PT Mugi Rekso Abadi, Soetikno Soedarjo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

62 − 53 =