Dinas PUPR Padang Fokus Pelebaran Jalan Khatib Sulaiman dan Atasi Banjir

Dinas PUPR Padang Fokus Pelebaran Jalan Khatib Sulaiman dan Atasi Banjir
Diskusi Mingguan awak media bersama kepala OPD di media center Pemko Padang

PADANG – Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Kota Padang, Fatriarman mengatakan PU-PR mengalokasikan dana Rp248 milyar untuk sejumlah pembangunan.

“Insyaallah, semoga kita mampu melaksanakannya sesuai target di tahun ini. Karena ada yang masih proses lelang di Bagian Layanan Pengadaan (BLP) Kota Padang, pemenang tender sudah dapat dan minggu depan kita tekan kontrak,” tukasnya kepada wartawan dalam jumpa pers di Media Center Pemko Padang, Rabu (2/5).

Fatriarman pun menyebutkan beberapa pembangunan jalan yang telah dan akan dilakukan oleh Dinas PUPR Kota Padang. Salah satunya seperti rencana pelebaran jalan Khatib Sulaiman yang harus dikembangkan kapasitasnya.

Selanjutnya, pelebaran jalan di Kampus III UIN Padang Sungai Bangek, membuat jalan baru di jalan Belakang Olo, belakang Polsek Koto Tangah dan di Pasa Lalang.

“Untuk Padang sendiri, persoalan terbesar yang menjadi prioritas kita, yaitu mengatasi problem kemacetan. Karena problem kemacetan di Khatib Sulaiman dan Jalan Printis kemerdekaan,” ujar Fatriaman Noer

Prioritas kedua, bagaimana menanggulangi banjir yang selalu dikeluhkan masyarakat Padang. Banjir disebabkan karena dua hal, seperti saat hujan dan saat air laut pasang.

“Kita akan membenahi, bagaimana banjir tidak lagi menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat. Kita juga akan melihat bagaimana master plan Padang, sehinga ada kajian teknis perencanaan yang memiliki dasar untuk menanggulangi banjir,” ungkapnya.

Ketiga, membenahi penataan ruang, karena sangat penting. Tata ruang pun harus digesa untuk landasan dalam pembangunan di Kota Padang.

Selanjutnya, mendukung terciptanya Padang menuju kota yang ramah lingkungan dan disabilitas pihaknya sudah dan akan membangun kawasan pedestrian. Seperti di beberapa titik di kawasan Pasar Raya Padang, di kawasan jalan Pattimura, seputaran Gor. H. Agus Salim, jalan Belakang olo, Ratulangi, Ujung Gurun, Damar, Hiligoo dan beberapa kawasan lainnya.

“Kawasan pedestrian ini tentunya untuk mengurangi pemakaian kendaraan bermotor di kawasan ramai penduduk atau pengunjung. Sehingga polusi dan kebisingan dapat dikurangi serta memberikan kesehatan,” tuturnya. (Nurrahmat)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

9 + 1 =