Diduga Keracunan Nasi Goreng, Puluhan Anak-anak di Sijunjung Dirawat di Puskesmas

Diduga Keracunan Nasi Goreng, Puluhan Anak-anak di Sijunjung Dirawat di Puskesmas

SIJUNJUNG, HARIANHALUAN.COM–  Puluhan anak-anak di Nagari Muarobodi, Kecamatan IV Nagari, Kabupaten Sijunjung diduga mengalami keracunan setelah menyantap nasi goreng hingga terpaksa dirawat di Ruang UGD Puskesmas Muarobodi, Minggu (4/3).

Sampai minggu malam jumlah korban masih terus bertambah.  Bahkan satu orang diantaranya akan dirujuk ke RSUD Sijunjung mengingat kondisi korban yang tak kunjung stabil.

Dari pantauan di puskesmas muaro bodi hingga minggu malam,  pada umumnya para korban mengalami gejala pusing-pusing disertai muntah-muntah, sakit perut dan mencret (diare). Serta diantaranya juga mengalami panas tinggi, muka pucat dan kekuatan fisik menurun drastis.

Tim medis Puskesmas Muaro Bodi langsung memasangkan cariran infus hampir pada setiap korban, guna mengganti cairan yang terbuang serta menetralkan racun dalam tubuh korban.

Suasana keresahan para orang tua pun mewarnai kondisi di puskeamas muaro bodi kecamatan IV nagari hingga minggu malam.

Dari informasi yang diperoleh, kejadian tersebut bermula ketika pada Minggu (4/3) pagi ratusan anak-anak mengikuti  kegiatan Didikan Subuh Tingkat Kecamatan di sebuah Masjid di daerah Koto Tuo, Kenagarian Muaro Bodi, Kecamatan IV Nagari.

Dipenghujung acara, sekitar pukul 09.00 WIB, pihak panitia penyelenggara membagikan makanan pada peserta dalam bentuk nasi goreng (kemasan kotak).

Namun, siapa sangka, berselang 3 – 4 jam kemudian mulai muncul masalah, sejumlah peserta mendadak mengalami sakit perut, pusing-pusing,  disertai muntah-muntah.  Karena kondisi tak kunjung pulih terpaksa para orang tua melarikan anak-anaknya ke puskesmas setempat guna mendapatkan penanganan medis secara intensif.

Hendra (36) salahsatu orang tua korban menyebutkan, bahwa anaknya bernama Lepi (11) juga terpaksa dirawat di UGD Puskesmas Muaro Bodi setelah sebelumnya mengalami muntah-muntah disertai mencret. Pada bagian wajah tampak begitu pucat.  Sesampai di Puskesmas langsung mendapat penanganan secara intensif, diberikan cairan obat dan dipasang cairan infus.

“Gejala muntah-muntah dan mencret dialami anak saya semenjak pukul 16.00 WIB, badan lemas, penglihatannya katannya kabur dan goyang. Kebetulan Lepi juga ikut makan nasi goreng yang diberikan panitia didikan subuh, dan sejak awal sudah lebih 5  kali muntah-muntah,” terang Hendra didampingi istri.

Pantauan Haluan di Puskesmas Muaro Bodi hingga tadi malam korban keracunan masih terus bertambah di puskesmas, informasi sementara yang diperoleh total keseluruhan sudah mencapai lebih 35 orang.

dr Rahmi salah seorang Tim Dokter Puskesmas Gambok tidak menampik puluhan pasien yang sedang ditangani jajarannya diduga terdampak keracunan bahan makanan, diperkuat kondisi fisik yang dihadapi pasien menunjukan demikian. Namun apakah benar akibat keracunan nasi goreng, pihaknya belum dapat memastikan.

“Yang jelas setiap pasien yang datang langsung kita tangani, saat ini hanya itu yang dapat kami lakukan pak,” tukasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

88 + = 91