Diduga Keracunan Makanan, Sejumlah Bidan dan Dokter di Pasaman Dilarikan ke RSUD

Diduga Keracunan Makanan, Sejumlah Bidan dan Dokter di Pasaman Dilarikan ke RSUD
Diduga Keracunan Makanan, Sejumlah Bidan dan Dokter di Pasaman Dilarikan ke RSUD Bupati Pasaman, Yusuf Lubis saat mengunjungi para korban di ruang IGD RSUD Lubuksikaping. Turut hadir, Kapolres AKBP Hasanuddin. Yudi Lubis

 

 

 

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM–Sebanyak sepuluh orang CPNS peserta Diklat Prajabatan angkatan satu diduga keracunan makanan, Kamis (12/4). Para korban, mengalami mual, muntah, pusing disertai mencret usai menyantap pecel lele, yang menjadi menu santap malam.

Namun, dari penelusuran Haluan, sejumlah korban mengaku juga menyantap penganan lain, setelah menu santap malam di luar penginapan, seperti bakso kuah, bakso tusuk bakar hingga goreng-gorengan.

Para korban ini hanya berasal dari satu penginapan saja, yakni di Hotel Hamco. Padahal, panitia Diklat Prajabatan membagi peserta pendidikan dan latihan tahun angkatan 2018 ini pada dua lokasi, yakni Wisma Murni dan Hotel Hamco.

Korban terdiri dari seorang dokter dan sembilan orang bidan. Mereka, terdiri dari Drg.Indra, Vivin Marlen, Fitri Asiah Nst, Sri Sudarti, Meta, Ummi, Rani, Mutia Admiza, Syafdiana Yessi dan Vika.

Salah seorang korban, Indra mengakui, mengalami mual sejak semalaman usai menyantap menu makan malam, pecal lele. Tak berselang lama, kata dia, Ia tiba-tiba muntah dan mencret.

“Saya alami mual sejak malam usai menyantap pecel lele. Lalu, muntah dan mencreet pada tengah malam. Saya mencret sudah delapan kali sepagi ini,” kata dokter gigi di Puskesmas Silayang, Mapattunggul Selatan ini.

Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi dan Penilaian Kinerja Aparatur BKPSDM Kabupaten Pasaman, sekaligus Panitia Pelaksana Diklat Prajabatan, Deswin Adia Putra mengatakan, bahwa pihaknya menunjuk salah satu rekanan sebagai penyedia menu makanan bagi para peserta diklat tahun ini.

“Sampel sudah diambil oleh pihak Dinas Kesehatan untuk diuji ke lab, untuk mengetahui penyebab pasti sepuluh  peserta LPJ ini tiba tiba alami mual, muntah dan mencret,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman, Amdarisman mengatakan, bahwa sepuluh korban dugaan keracunan makanan sudah ditangani dengan baik oleh pihak RSUD Lubuksikaping.

“Kami masih menyelidiki penyebab pasti dari peristiwa ini. Kita masih mendata, belum bisa menyimpulkan  apa penyebabnya, darimana sumbernya. Itu semua masih kita dalami,” ujar Amda. (h/yud)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

50 + = 60