Belasan Wanita Kesurupan di Mentawai, Seorang Pria Dituduh ‘Nyantet’ Diamankan Polisi

Belasan Wanita Kesurupan di Mentawai, Seorang Pria Dituduh 'Nyantet' Diamankan Polisi

Sejumlah korban yang kesurupan saat mendapat penanganan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tuapejat, Mentawai, Kamis (8/3).

 

MENTAWAI, HARIANHALUAN.COM – Belasan wanita dari Dusun Pogari, Desa Goiso Oinan, Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai mengalami kesurupan, Rabu (8/3).

Hal itu membuat masyarakat setempat gempar dan diyakini masyarakat setempat, kejadian itu akibat terkena guna-guna atau santet.

Korban kebanyakan merupakan siswi SDN 05 Goso’oinan di antaranya 1 orang kelas V dan 6 siswi kelas VI. Kemudian 2 orang pelajar SMP N 2 Sipora Utara, seterusnya 1 orang pelajar SMKN 1 Sipora Selatan dan seorang lagi merupakan salah satu ibu dari korban dan baru terkena tiga hari lalu.

Tiga diantaranya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tuapejat. Sementara yang lainnya masih berada di Dusun Pogari dan dijaga oleh keluarga dan masyarakat setempat.

Salakiel Taileleu (55) orang tua dari dua orang korban menjelaskan, kejadian tersebut terjadi sejak November 2017 lalu dan awalnya menimpa anaknya yakni Rosalina dan menyusul Rita yang termasuk dua korban cukup parah.

Selanjutnya tanpa diminta seorang pria warga setempat menawarkan diri untuk mengobati korban yang mengalami kesurupan. Namun, yang terjadi malah memperburuk keadaan. Dan diyakini oleh keluarga korban diduga sebagai pelaku santet.

“Sudah masuk 4 bulan kami para keluarga korban tidak bisa beraktivitas dan anak-anak yang menjadi korban terpaksa diliburkan, ” ungkapnya

Kepala Desa Goiso Oinan Hasan Basril menjelaskan, kejadian tersebut sudah berlangsung selama 4 bulan belakangan ini, anehnya yang mengalami hal tersebut semuanya adalah perempuan.

Lebih lanjut dikatakannya, saat ini seorang pria PS (36) yang diduga masyarakat setempat sebagai pelakunya. Dimana sebelumnya tanpa diminta ia menawarkan diri untuk mengobati korban, dan sekarang diamankan polisi di Mako Polres Mentawai guna menghindari amukan dari keluarga korban, yang sudah mulai mengarah ke anarkis.

” Untuk sementara PS kami bawa bersama polisi kita bawa ke Polres untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, selanjutnya kita terus melakukan upaya untuk pengobatan korban, ” paparnya

Ia menjelaskan keyakinan warga bermula saat korban kumat dan ketika ditanya siapa yang mengganggunya ia menyebut nama PS dan mendiang ayahnya.

” Sejumlah barang bukti seperti rekaman video ketika korban kumat dan menyebutkan dugaan pelaku ada dan boneka yang diduga sebagai media yang digunakan dugaan pelaku juga ada. Tapi tentu kami tidak mengatakan dia pelakunya, tetapi itu sudah tugas pihak yang berwajib untuk mengungkap kasus ini, ” pungkasnya

Sementara itu menurut keterangan dari Dokter Umum Osmon kepada wartawan di RSUD Mentawai yang menangani korban mengatakan, secara medis tidak ada ditemukan adanya masalah pada organ tubuh, semuanya bisa berjalan normal.

” Status korban disini bukan pasien, karena secara medis kami sudah lakukan observasi selama kurang lebih dua jam. Namun, tidak ditemukan bentuk penyakitnya, korban merupakan titipan dari Polres untuk memantau perkembangan, dimana menurut keluarga korban biasanya kambuh mulai pukul 19:00 WIB,” paparnya, Kamis, (08/03).

Sementara itu Kapolres Mentawai AKBP Hendri Yahya mengatakan, setelah mendapatkan informasi dari Kepala Desa setempat pihaknya langsung turun ke lokasi kejadian dan mengamankan PS ke Mako Polres untuk menghindari tindakan warga yang sudah mengarah pada anarkis.

“Sementara kami mengamankan PS di polres, kemudian kita akan berkoordinasi dengan pihak pemerintah desa, ketua pemuda dan tokoh masyarakat untuk mencari solusi yang baik, ” terangnya. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

65 + = 67