Banjir di Trenggalek Terjang 5 Desa, Basarnas Sempat Evakuasi Warga

Banjir di Trenggalek Terjang 5 Desa, Basarnas Sempat Evakuasi Warga

Trenggalek – Hujan deras mengguyur wilayah Trenggalek membuat sejumlah sungai yang melintas di dalam kota meluap. Akibatnya, lima desa di dua kecamatan terendam banjir.

Yakni, Desa Karangsoko, Kelutan, Tamanan, Sambirejo Kecamatan Trenggalek Sumberingin dan Desa Salamrejo, Kecamatan Karangan.

Ketinggian air di perkampungan setinggi lebih 1 meter, sementara banjir sempat menggenangi ruas jalan nasional Trenggalek-Tulungagung, sehingga arus lalu lintas terpaksa dialihkan melalui jalur lain.

Tim SAR gabungan melakukan evakuasi para lansia dan anak-anak, karena ketinggian air di perkampungan mencapai lebih dari satu meter.

Koordinator Pos Basarnas Trenggalek, Asnawi Suroso mengatakan langkah evakuasi dilakukan terhadap warga di Kelurahan Tamanan, Kecamatan Trenggalek sekitar pukul 22.00 WIB.

“Evakuasi kami lakukan pada lansia, kemudian anak dan ibu-ibu yang baru melahirkan, karena setelah jam sembilan itu air terus naik, ” kata Asnawi di lokasi, Selasa (9/1/2018).

Pihaknya memastikan saat ini kondisi banjir telah surut dan warga kembali ke rumah masing-masing untuk melakukan proses pembersihan sisa material banjir.

“Hujan mulai reda tengah malam, Alhamdulillah setelah itu sekitar pukul 03.00 WIB pagi tadi air sudah surut,” ujarnya kepada detikcom.

Asnawi menambahkan, selain wilayah Tamanan pihaknya sempat melakukan pemantauan terhadap kondisi banjir di Desa Ngadirenggo, Kecamatan Pogalan. Karena biasanya luapan air dari dalam kota akan bergeser ke wilayah tersebut.

“Untuk Ngadirenggo juga banjir, akan tetapi tidak sampai dilakukan evakuasi, karena kebetulan untuk sungai Tawing yang dari arah Gandusari dan Kampak tidak besar, sehingga pembuangan air dari kota lebih lancar,” imbuhnya.

Sementara Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak memastikan saat ini seluruh tim yang terkait bencana alam telah bergerak melakukan pendataan dan langkah tindak lanjut.

Menurutnya, bencana banjir yang terjadi di Trenggalek diakibatkan tingginya intensitas curah hujan di kawasan hulu serta perkotaan. Sehingga sungai yang ada tidak mampu menampung debit air.

“Trenggalek itu ada tiga hulu, ada di Kecamatan Bendungan, Tugu dan Kecamatan Kampak, kalau dua hari saja terjadi hujan deras maka sungai tidak mampu menampung dan meluap,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 + 1 =