Bangunan Pasar Atas Bukittinggi Mulai Dirobohkan

Bangunan Pasar Atas Bukittinggi Mulai Dirobohkan
Bangunan pusat pertokoan Pasar Atas Bukittinggi mulai dilakukan pembongkaran Senin (9/4). Pembongkaran bangunan ini akan dilakukan secara bertahap selama dua bulan ke depan. Gatot.

 

 

 

BUKITTINGGI, HARIANHALUAN.COM – Pengerjaan pembongkaran bangunan pusat pertokoan Pasar Atas Bukittinggi mulai dilakukan, Senin (9/4). Satu unit alat berat dikerahkan ke lokasi untuk merobohkan bekas bangunan yang terbakar pada Oktober kemarin.

Proses pembongkaran disaksikan langsung oleh Walikota dan Wakil Walikota Bukittinggi, Sekdako, unsur Forkopimda, Kepala OPD dan ratusan pedagang. Meski proses pembongkarannya tidak mendapatkan perlawanan dari pedagang, namun sejumlah aparat kepolisian TNI dan Satpol PP disiagakan di lokasi pembongkaran.

Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias mengatakan, pembongkaran bangunan dilakukan setelah ditetapkannya pemenang lelang pembongkaran bangunan Pasar Atas oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bukittinggi. Kegiatan pembongkarannya akan dilaksanakan secara bertahap, yang ditargetkan selesai dalam dua bulan ke depan.

“Pasar Atas yang terbakar ini akan kita bangun baru. Untuk itu prosesnya diawali dengan pembongkaran bekas bangunan secara bertahap. Untuk tahap awal, pembongkarannya dimulai dari arah timur, karena tidak banyak yang mengganggu. Pedagang yang ada di sekitar lokasi pembongkaran, sementara waktu kita pindahkan ke belakang pasar, dan sudah ada tempatnya” kata Ramlan.

Menurutnya, sesuai hasil kajian tim ahli beberapa waktu lalu, bangunan Pasar Atas yang terbakar memang sudah tidak layak lagi digunakan, sehingga harus dibangun baru. Untuk pembangunan baru maka bekas bangunan yang lama harus dirobohkan dengan cara ditenderkan.

“Bangunan yang dibongkar pemenang tendernya sudah ada. Aset bangunan Pasar Atas yang terbakar ini sudah kita lelang dan sudah kita hapuskan asetnya melalui KPKNL. Sudah ada pemenangnya. Dalam hal pembongkaran ini, kontraknya berlangsung dua bulan kerja ” kata Ramlan.

Diakuinya, pemerintah daerah menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat yang telah bersedia kembali untuk membangun kembali Pasar Atas yang terbakar, karena tidak mudah mendapatkan uang hampir sebesar 400 Milliar untuk membangun Pasar Atas ini. Pasar yang dibangun berdasarkan Peraturan Presiden (Kepres) bukan dengan Intruksi Presiden. Karna kewenangan membangun pasar itu adalah Mentri Perdagangan dan dibangun oleh Kementrian PU. Oleh sebab itu harus dipersiapkan Perpres tersebut.

Untuk pembangunan kembali Pasar Atas ini ujar Ramlan, ditargetkan selesai Desember 2019. Sedangkan untuk proses tender pembangunannya dilakukan di Jakarta. Pemerintah daerah berharap proses pembangunan ini bisa diselesaikan dalam waktu satu setengah tahun tersebut.

“Kami berharap kepada pedagang untuk bersabar. Pemerintah akan berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan percepatan pembangunan Pasar Atas. Ha ini dilakukan semata-mata untuk masyarakat, khususnya bagi pedagang Pasar Atas agar dapat kembali berusaha dan berjualan. Untuk itu kami minta dukungan dari pedagang agar semuanya berjalan dengan baik sesuai harapan kita semua,” ungkap Ramlan.

Tim Negosiasi P4B Datangi Kantor DPRD

Terkait dengan dimulainya pembongkaran bangunan Pasar Atas, Tim NegosiasiPedagang Pusat Pertokohan Pasar Atas Bukittinggi (P4B) mendatangi DPRD Bukittinggi, guna meminta ketegasan dari DPRD terkait dimulainya pengerjaan pembongkaran bangunan Pasar Atas. Kedatangan tim negosiasi diterima Wakil Ketua DPRD Bukittinggi, Yontrimansyah dan Anggota DPRD Jusra Adek.

Menurut Ketua tim negosiasi P4B Yulius Rustam, pihaknya menilai upaya yang dilakukan pemerintah kota untuk meruntuhkan bangunan Pasar Atas tidak melalui pembicaraan dan kesepakatan dengan pedagang, khususnya tim negosiasi. Hal inilah yang membuat pedagang kecewa dan melaporkannya ke dewan.

Dalam persoalan ini, tim negosiasi meminta kepada anggota dewan untuk dapat membicarakannya dengan Walikota. Karena keputusan yang diambil Pemko merupakan keputusan sepihak tanpa adanya musyawarah dan kejelasan dari Pemko.

“Kami menilai, tindakan Pemko merobohkan bangunan merupakan tindakan sepihak. Untuk itu kami datang ke DPRD minta ketegasan wakil rakyat. Untuk proses pembongkaran ini, kami tidak melarang pedagang untuk melakukan komplen agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kami ke DPRD, meminta pembongkaran Pasar Atas dihentikan untuk sementara waktu sampai adanya kejelasan. Selanjutnya kami minta Pemko duduk bersama dengan tim negosiasi untuk musyawarah dan mufakat,” tegas Yulius Rustam.

Tim negosiasi ulasnya, juga meminta kepada Pemko untuk memberikan kejelasan secara detail tentang rencana pembangunan Pasar Atas tersebut. Seperti anggaran yang digunakan untuk pembangunan kembali Pasar Atas, bagaimana sistem yang digunakan kepada pedagang dalam mendapatkan toko nantinya setelah Pasar dibangun baru.

“Sampai sekarang kami tidak mengetahui rencana Pemko untuk pembangunan Pasar Atas. Apakah benar bangunan ini tidak layak lagi digunakan. Setelah dibangun nanti, bagaimana proses pembagiannya kepada pedagang, berapa harga sewanya, dan berapa luas petak toko yang dibangun itu, dan dari mana anggaran pembangunannya. Hal inilah yang tidak pernah dijelaskan kepada kami,” ungkap Yulius Rustam.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Bukittinggi Yontrimansyah menilai, bahwa permasalahan ini hanya miss komunikasi saja antara tim negosiasi dengan pemerintah kota. Menurutnya, untuk pembangunan Pasar Atas ini memang banyak yang harus dibicarakan secara bersama-sama agar persoalanya jelas dan tuntas, sehingga tidak merugikan pihak manapun.

“Kami akan upayakan komunikasi dengan Walikota untuk dapat kembali duduk bersama dengan tim negosiasi. Miss komunikasi ini harus segera diselesaikan, agar tidak ada kecurigaan dan kesalahpahaman yang timbul kedepannya. Kedua belah pihak harus legowo, dan bersama-sama saling mendengar masukan dan penjelasan. Kami akan menjembatani persoalan ini,” ungkap Yontrimansyah.

Diakuinya, DPRD berharap suapaya persoalan Pasar Atas ini dapat segera diselesaikan. Duduk bersama menjadi salah satu langkah terbaik agar pembangunan dapat berjalan baik dan lancar. Sehingga Bukittinggi lebih baik kedepannya. (h/tot)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

68 − = 67