Arktika Dilanda Musim Dingin Terhangat Sejak 1958

Arktika Dilanda Musim Dingin Terhangat Sejak 1958

Bongkahan es di Greenland, Arktika. (Foto: AFP/Getty/Joe Raedle)

Cape Morris Jessup: Saat Inggris dilanda fenomena udara dingin “Beast from the East,” Arktika justru mengalami salah satu musim dingin terhangat sepanjang sejarah.

Sejak ilmuwan mencatat kondisi di Arktika sejak 1958, temperatur di area tersebut sepanjang Februari berkisar antara 1,7 hingga 4,4 derajat Celcius. Padahal biasanya, suhu di Arktika berada di bawah nol derajat Celcius.

Temperatur di salah satu area di Arktika, Cape Morris Jessup, tercatat berada di atas nol derajat Celcius selama 24 jam pada 25 Februari 2018.

Secara keseluruhan, suhu di seluruh wilayah Arktika berada di atas nol Celcius dalam sembilan hari terpisah sepanjang Februari. Hal seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya di Arktika.

“Kondisi di Cape Morris Jessup tidak memecahkan rekor dalam hal suhu tertinggi yang pernah tercatat. Namun kondisi serupa pada 2011 relatif singkat dibandingkan tahun ini,” ucap Ruth Mottram, ilmuwan asal Danish Meteorological Institute kepada Mashable, Senin 26 Februari.

Dia mencatat durasi suhu hangat di Arktika inilah yang menjadi hal menarik. Suhu tinggi tercatat bulan lalu di Greenland akibat tiupan angin musimam. Namun untuk Arktika, Mottram belum dapat memastikan penyebabnya.

“Saya cukup terkejut dengan seberapa besar dan lama anomali suhu tahun ini,” kata dia, seperti dikutip Independent.

Sementara itu, suhu terdingin dengan diiringi hujan salju lebat mengancam Inggris sepanjang pekan ini. Suhu di beberapa wilayah diprediksi mencapai -10 hingga -20 derajat Celcius.

Peringatan cuaca dingin juga dikeluarkan untuk wilayah Midlands, Skotlandia, Wales, Cornwall, dan Irlandia Utara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 + 3 =