Anggota Geng Motor di Padang Dituntut 4 Tahun Penjara

Ilustrasi (net)

 

 

PADANG – Terdakwa pengeroyokan berinisial BY (16) dituntut empat tahun penjara di Pengadilan Negeri Padang, Rabu (9/5).

Ia bersama anggota geng motor lainnya yang disidangkan terpisah dinilai jaksa penuntut umum (JPU), Dewi terbukti secara bersama-sama melakukan pengeroyokan terhadap Erlangga Valent Silva di Jalan Nipah hingga korban tewas.

Menurut jaksa, perbuatan tersebut melanggar Pasal 170 ayat 2 ke-3 KUHP jo Undang-Undang Nomor 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan anak. “Perbuatan terdakwa telah membuat korban luka parah hingga meninggal dunia,” kata Dewi.

Usai mendengar tuntutan, terdakwa BY yang didampingi penasihat hukum Yutiasa Fakho bersama tim menyatakan mengajukan nota pembelaan (pledoi). Sidang dengan hakim tunggal Agus Komarudin ini ditunda hingga 15 Mei mendatang.

Dalam dakwaan sebelumnya disebutkan kejadian bermula saat terdakwa BY bersama rekannya Yusman Nduru (berkas terpisah) serta beberapa orang yang masuk DPO mendatangi Fajar (DPO) di arah Parak Laweh pada 7 April 2018 sekitar pukul 23.00 WIB. Tak lama kemudian datanglah rombongan Riki Kaliang (DPO) untuk mengajak tawuran ke kawasan Berok Nipah.

Selanjutnya pada 8 April 2018 sekitar pukul 02.00 WIB di kawasan Koto Baru, mereka bertemu dengan Yusman Nduru dan teman-teman terdakwa lainnya yang kini DPO, untuk pergi ke kawasan Berok Nipah, dekat Jembatan Siti Nurbaya.

Di sana, salah satu rekan terdakwa BY yaitu Al Paulus membawa samurai sambil menuju korban Erlangga. Melihat kedatangan Al Paulus yang membawa samurai dan datang bergerombolan, saksi Ragil Pamungkas bersama rekan-rekannya langsung lari menyelamatkan diri. Sedangkan Erlangga tidak dapat menyelamatkan dirinya.

Al Paulus langsung mengayunkan samurai ke arah korban hingga tepat mengenai bahunya, sedangkan Al Kunak menusuk punggung korban. Kemudian, salah satu dari rekan terdakwa BY, yaitu Riki Kaliang menyambet badan korban. Sedangkan Fandi Kaliang datang sambil melempari korban dengan batu dengan ukuran tinju orang dewasa. Tak
cukup di situ saja korban Erlangga juga menerima tusukan dan sabetan
dari rekan-rekan terdakwa BY lainnya.

Setelah merasa puas, para gerombolan itu lari menuju ke arah Koto Baru sambil menggunakan sepeda motor, sementara BY kembali ke Tarandam. Perbuatan terdakwa BY bersama teman-temannya ini membuat korban mengalami luka parah hingga korban meninggal dunia. (wahyu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

17 + = 18