Anak Kemenakan Disidang, Puluhan Warga Nagari Bawan Demo PN Lubuk Basung

Anak Kemenakan Disidang, Puluhan Warga Nagari Bawan Demo PN Lubuk Basung

Sejumlah warga dari Nagari Bawan, Kecamatan Ampek Nagari berunjukrasa di depan kantor Pengadilan Negeri Lubuk Basung Kabupaten Agam, Senin (12/03).

 

 

AGAM, HARIANHALUAN.COM— Tidak terima atas tuduhan pencurian terhadap dua anak kemenakannya, puluhan warga Nagari Bawan, Kecamatan Ampek Nagari berunjukrasa di depan kantor Pengadilan Negeri Lubuk Basung Kabupaten Agam, Senin (12/03). Puluhan polisi dikerahkan untuk pengamanan pada sidang perdana kasus pencurian sawit itu.

Kelompok masyarakat yang mengatasnamakan diri anak kemenakan pasukuan Tanjuang Dt. Bangso Dirajo, sekaligus datang untuk mengawal sidang kasus tersebut yang mendakwa Beni dan Denil.

Pantauan harianhaluan.com di lapangan terdapat sekitar 80 masa yang berunjukrasa di depan kantor Pengadilan Negeri Lubukbasung.

Pimpinan kaum Suku Tanjuang, Dt. Bangso Dirajo, mengatakan, menjadikan kedua anak kemenakannya dan menjadi tahanan Pengadilan Negeri Lubukbasung dan sebagai terdakwa pencurian sangat tidak tepat.

Dikatakannya, lahan itu milik kaum Dt. Bangso Dirajo yang ditanam oleh Masrul dan mereka berdua anak kemenakan mereka. Kemudian orang lain yang melaporkan keduanya telah melakukan pencurian.

Menurutnya, mereka datang ke Pengadilan Negeri Lubuk Basung untuk meminta penegak hukum berlaku adil. Pihaknya juga akan siap menuntut balik dalam persoalan tersebut. Dalam aksi itu ia memastika  pada keluarga dan warga berunjukrasa tidak anarkis.

” Tidak ada kasus pencurian yang dilakukan Beni dan Denil. Peroalan ini sebenarnya cacat dan barang bukti diada-adakan. Penegak hukum harus lebih jeli melihat peraoalan itu,” katanya.

Ketua Pengadilan Negeri Lubuk Basung Indrawan, mengatakan, pihaknya akan menjujung proses tersebut seadil-adilnya. Sesuai agenda persidangan, jaksa penuntut umum membacakan dakwaan atas kasus tersebut.

Terbukti atau tidak itu berdasarkan hasil persidangan bukan interfensi dari pihak hakim di pengadilan. Dasar hukum acara yang berlaku yaitu sesuai undang-undang, bukan dibuat-buat oleh pengadilan.

Sidang perdana kasus pencurian yang menyeret dua kemenakan Dt. Bangso Dirajo Suku Tanjung itupun dimulai pada pukul 11.15 WIB. Selesai pembacaan dakwaan Senin (19/03), dengan agenda penyampaian eksepsi (nota keberatan) dari pengacara pihak terdakwa. (h/yat)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

31 − = 28