Agustus dan September Jadwal Imunisasi Campak dan Rubella di Sumbar

Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, dr. Merry Yuliesday saat menjelaskan rencana pelaksanaan imunisasi. (yuke)

 

 

 

 

PADANG – Agustus dan September 2018 merupakan jadwal imunisasi Campak dan Rubella (MR). Dalam kurun waktu dua bulan itu sekitar 1, 5 juta, anak ditargetkan mendapatkan imunisasi vaksin MR di Sumbar.

Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, dr. Merry Yuliesday, menjelaskan saat ini virus Campak dan Rubella masih ada di Sumbar secara khusus dan Indonesia secara umum.

Menurut Merry, pada Agustus pelaksanaan imunisasi akan dilakukan di sekolah. Mulai dari PAUD, TK, SD hingga SLTP. Petugas kesehatan akan masuk ke masing-masing sekolah tersebut. Sedangkan pada September jadwal imunisasi Campak dan Rubella dikhususkan untuk balita di puskesmas atau posyandu. Usia anak yang wajib mendapatkan imuninasasi Campak dan Rubella 9 bulan hingga di bawah 15 tahun.

“Untuk mencapai target yang tetapkan kami sudah melakukan sosialisasi dan pendekatan pada berbagai lintas sektor. Seperti MUI, dinas pendidikan, tokoh masyarakat dan pihak terkait lain,” sebut Merry, pada saat sosialisasi program nasional kampanye imunisasi Campak dan Rubella bersama United Nations Children’s Fund (Unicef) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumbar, Rabu (11/7/2018).

Disebutkannya, sejauh ini imunisasi Campak sudah dilakukan di Sumbar. Pada 2017 realisasinya baru mencapai 83 persen dari jumlah anak. Sedangkan target ketika itu 85 persen. Untuk melengkapi anak yang belum mendapatkan imunisasi Campak di 2017, maka mereka bisa imunisasi pada Agustus dan September mendatang.

“Kalau untuk imunisasi Rubella, ini baru yang pertama di Sumbar. Namun sudah dilakukan di pulau Jawa sudah dilaksanakan lebih awal,” terang Merry.

Campak bagi anak usia 9 bulan hingga di bawah 15 tahun, bisa menyebab komplikasi yang serius seperti diare, radang paru, rdang otak, kebutaan, gizi buruk hingga kematian.

“Cara terbaik untuk mencegah dampak campak dan rubella adalah dengan imunisasi vaksin MR. Satu vaksin untuk dua penyakit sekaligus.

Vaksin halal atau tidak
Sementara, sejumlah masyarakat hingga saat ini masih mempertanyakan unsur yang terkandung dalam berbagai vaksin.

Dalam kesempatan itu Kepala Dinas Kesehatan, dr. Merry Yuliesday menjelaskan, untuk vaksin polio memang telah mendapat sertifikasi halal dari MUI. Namun untuk vaksin Rubella, hingga saat ini pihaknya pun masih menunggu penjelasan resmi dari Bio Farma, selaku pihak yang memproduksi vaksin MR.

“Kami minta kepada pihak Unicef untuk menyampaikan kepada pihak Bio Farma, sebab jawaban halal atau tidaknya zat yang terkandung dalam vaksi Rubella bukan kewenangan kami. Bio Farma harus memastikan kandungan yang ada dalam vaksin MR,” tegas Merry, dihadapan perwakilan Unicef , Ari Rukmantara.

Sementara itu, Ketua PWI Sumbar Heranof Firdaus, didampingi Wakil Ketua PWI Sumbar, Sawir Pribadi, menyambut baik sosialisasi imunisasi Campak dan Rubella tersebut. Apalagi di kalangan awak media. (yuke)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

36 − 32 =