Kemlu Bantu Pemulangan Jenazah WNI Tenggelam di Jerman

Kemlu Bantu Pemulangan Jenazah WNI Tenggelam di JermanDirektur Perlindungan WNI dan BHI, Lalu Muhammad Iqbal Songell. (CNNIndonesia/Natalia Santi)

 

 

 

 

 

 

Jakarta,CNN Indonesia — Kementerian Luar Negeri RI memastikan bantuan bagi pemulangan jenazah Shinta Putri Dina Pertiwi (SPDP), mahasiswi asal Indonesia yang tenggelam di Danau Trebgas, Bavaria, Jerman, Kamis (9/8) pekan lalu.

Shinta yang hilang saat berwisata di danau tersebut bersama dua rekannya, Rabu (8/8), ditemukan tak bernyawa, Kamis (9/8). Hingga saat berita diturunkan penanganan jenazah masih berada dalam otoritas pemerintah Jerman, Selasa (14/8).

“Kami sangat prihatin dengan kejadian ini. Kami ikut merasakan kesedihan keluarga.Kami pastikan kami akan membantu keluarga sesuai kebutuhannya,” kata Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) dan Badan Hukum Indonesia (BHI), Lalu Muhammad Iqbal Songell, saat dihubungi CNNIndonesia.com.

Iqbal memastikan biaya pemulangan jenazah bisa ditanggung pemerintah, keluarga tinggal mengajukan surat permohonan secara tertulis.

“Kalau keluarga mampu membiayai pemulangan, kami akan bantu seluruh aspek administratifnya, termasuk penanganan di bandara. Tapi kalau keluarga tidak mampu membiayai pemulangan jenazah, tentu kami akan bantu membiayai pemulangannya,” kata Iqbal.

“Percayalah, teman-teman di Perwakilan RI akan melakukan yang terbaik,” kata Iqbal.

Lewat situs berita kitabisa.com, ibu kandung Shinta, Umi Salamah meminta bantuan untuk mengumpulkan biaya pemulangan jenazah Shinta. Hingga Selasa dini hari, jumlah dana yang terkumpul mencapai Rp 115.058.114 dari target Rp 100.000.000.

Mendiang Shinta adalah mahasiswi program S1 jurusan biokimia di Universitat Bayreuth, Bavaria (297 kilometer dari Frankfurt), Jerman.

Untuk pemulangan jenazah Shinta, Konsulat Jenderal RI (KJRI) Frankfurt telah menemui Kepolisian Bayreuth, aparat lokal dan kantor catatan sipil setempat untuk memperlancar proses penerbitan surat kematian.

KJRI Frankfurt juga telah mengunjungi apartemen Shinta dan menemui petugas apartemen untuk mendapatkan segala dokumen yang diperlukan guna pengurusan surat kematian. “Sesuai ketentuan di Jerman, untuk jenazah yang meinggal selain di rumah sakit atau di rumah, maka perlu dilakukan proses otopsi terlebih dahulu sebelum jenazah dikuburkan. Penanganan jenazah saat ini masih dalam otoritas pemerintah Jerman,” tulis KJRI Frankfurt dalam rilis yang diterima CNNIndonesia.com.

Otopsi terhadap jenazah Shinta, mahasiswi WNI yang tenggelam di Danau Trebgas Badesse, Jerman, telah dilakukan Senin (13/8). “KJRI Frankfurt tengah menunggu hasil otopsi dan terus berkoordinasi dengan otoritas Jerman seperti Kepolisian, Catatan Sipil dan rumah duka,” tulis KJRI dalam rilisnya. (nat)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

99 − 96 =