Pertumbuhan Ekonomi Sumbar Terus Melambat, BPS Minta Pemprov Waspada

Pertumbuhan Ekonomi Sumbar Terus Melambat, BPS Minta Pemprov Waspada
Kepala BPS Sumbar Sukardi

 

GoSumbar

PADANG – Laju perekonomian Sumatra Barat (Sumbar) terus melambat pada kuartal kedua tahun 2018 yang hanya sebesar 5,08 persen, jika dibandingkan dengan kuartal kedua tahun lalu yang mencapai 53,6 persen (tahun ke tahun).

Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar mendata, angka pertumbuhan ekonomi Sumbar tersebut juga berada bawah angka pertumbuhan ekonomi secara nasional yakni 5,27 persen. Namun demikian ekonomi Sumbar mampu tumbuh sebesar 3,08 persen karena peningkatan konsumsi rumah tangga saat lebaran 2018 lalu.

“Dari dua triwulan belakangan, pertumbuhan ekonomi Sumbar  menurun. Ini perlu diwaspadai oleh  Pemprov  Sumbar. Selama ini pertumbuhan ekonomi Sumbar selalu lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi secara nasional,” ujar Kepala BPS Sumbar Sukardi, Senin (6/8/2018) seperti dilansir Covesia.com.

Kata Sukardi, untuk sisi produksi pertumbuham ekonomi di Sumbar didorong oleh seluruh lapangan usaha, kecuali industri pengolahan. Pertumbuhan tertinggi diraih oleh sektor akomodasi dan makanan minuman (mamin) dengan angka 9,02 persen.

Selain itu, perekonomian Sumbar menurut lapangan usaha untuk kuartal II didominasi oleh tiga kategori utama. Yaitu, pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 23,47 persen, perdaganan besar eceran dan reparasi kendaraan sebesar 15,34 persen dan transportasi, pergudangan sebesar 12,64 persen.

Sementara itu untuk pengeluaran,  konsumsi lembaga non profit yang melayani rumah tangga (LNPRT) meraih pertumbuhan tertinggi dengan angka 6,61 persen lantaran diselenggarakannya Pilkada di 4 kota di Sumbar.

“Pilkada dan persiapan menghadapi Pemilu 2019 mempengaruhi pertumbuhan ekomomi menurut pengeluarannya,” kata Sukardi.

Dari sisi pengeluaran, ada dua komponen yang tumbuh minus, yakni konsumsi pemerintah dengan angka -2,9 persen (yoy) dan ekspor luar negeri dengan angka -19,71 persen (yoy). Untuk ekspor luar negeri, penurunan lebih disebabkan anjloknya produksi produk CPO.

“Mudah-mudahan untuk triwulan berikutnya ekonomi Sumbar mengalami peningkatan, ini bisa diupayakan dengan pengembangan sektor pariwisata,” ujarnya. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

56 − 50 =