JAKARTA, KOMPAS.com – Kepala Bidang Hubungan Eksekutif dan Legislatif DPP Partai Golkar Idrus Marham mengatakan, calon wakil presiden bagi Joko Widodo belum mengerucut pada satu nama. Menurut Idrus, selain faktor soliditas koalisi, ada sejumlah hal lain yang harus dipertimbangkan dalam penentuan cawapres Jokowi. Misalnya, terkait elektabilitas hingga proyeksi saat menjalankan pemerintahan ke depan. Oleh karena itu, Presiden Jokowi dan koalisi tidak akan buru-buru dalam mengambil keputusan. Apalagi, pendaftaran capres dan cawapres ke KPU baru akan dibuka pada 4-10 Agustus mendatang.

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto usai pertemuan dengan Presiden Joko Widodo dan partai koalisi semalam, juga tidak menyebut bahwa cawapres Jokowi mengerucut ke satu nama. Ia hanya mengatakan bahwa Jokowi dan koalisi sudah membuat kesepakatan soal cawapres yang akan mendampingi mantan Wali Kota Solo itu.

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mengatakan, koalisi masih memberi kesempatan kepada Jokowi untuk mengambil kesimpulan siapa cawapresnya. Namun, pernyataan berbeda disampaikan Ketua Umum PPP Romahurmuziy dan Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang. Keduanya menyebut Jokowi dan enam Ketum parpol koalisi sudah bulat mengenai satu nama yang menjadi cawapres Jokowi. Hanya saja, nama tersebut tidak akan diumumkan dalam waktu dekat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

86 − = 82