Padang, (Antaranews Sumbar) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padang, Sumatera Barat, mengantisipasi potensi sedikitnya jumlah pemilih melalui sosialisasi yang masif, terutama akibat berdekatannya jadwal pemilihan dengan libur Lebaran 1439 hijriah.

“Jadwal pemilihan 27 Juni 2018, sedangkan libur Lebaran 15-16 Juni dan cuti hingga 22 Juni sehingga hal itu menjadi salah satu faktor mempengaruhi partisipasi pemilih,” kata Komisioner KPU Padang, Yusrin Trinanda di Padang, Selasa.

Namun, lanjutnya KPU tidak dapat berbuat banyak dengan agenda tersebut, karena yang menyusun dan menetapkannya adalah KPU pusat sekaligus dengan seluruh tahapan pilkada serentak.

Menurutnya, untuk mengantisipasi rendahnya partisipasi pemilih, KPU terus menggalakkan sosialisasi pilkada kepada masyarakat, sehingga mereka merasa memiliki hak untuk memilih pada 27 Juni 2018.

Oleh sebab itu, KPU tetap optimistis dapat mencapai target partisipasi pemilih wali kota dan wakil wali kota pada 2018 sekitar 70 persen atau naik dari sebelumnya yang berkisar hanya 55 persen.

Terkait sosialisasi, Yusrin menyebutkan KPU menggaet pemilih melalui media sosial, tatap muka dengan masyarakat sebanyak 10 kali dan bekerja sama dengan lembaga lain 15 kali.

Kemudian untuk tingkat kecamatan yang dilaksanakan oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dilakukan sosialisasi sebanyak 22 kali, dan 208 ditingkat kelurahan. Belum lagi dari relawan demokrasi dan kegiatan lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− 1 = 4