Warga Tebang Pohon Kelapa di Ulakan, Mobil Ini Remuk, Satu Keluarga Luka-luka

Warga Tebang Pohon Kelapa di Ulakan, Mobil Ini Remuk, Satu Keluarga Luka-lukaSejumlah warga mengevakuasi mobil yang ditimpa pohon kelapa di di Nagari Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman,  Kamis (28/6). Akibatnya satu keluarga yang berada di dalam mobil harus dilarikan ke rumah sakit. Chairul

 

 

 

 

 

PADANG PARIAMAN, HARIANHALUAN.COM–Satu unit mobil minibus merek Terios dengan nomor polisi B 1992 KZM, ditimpa pohon kelapa yang ditebang oleh warga di Nagari Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman,  Kamis (28/6). Akibatnya satu keluarga yang berada di dalam mobil harus dilarikan ke rumah sakit.

Ayu (20) yang merupakan saksi mata mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada pukul 14.00 WIB. Dimana mobil Terios tersebut melintasi jalan raya Ulakan-Tepakis dari arah Padang menuju Kota Pariaman.

“Saya melihat jelas saat pohon kelapa yang tumbang tiba-tiba menimpa mobil Terios yang melintas disini,” ujar Ayu.

Ia mengatakan, saat dievakuasi warga, korban berjumlah tujuh orang, semuanya adalah satu keluarga. Korban terdiri dari tiga orang anak di bawah umur,  dan empat orang lainya dewasa.

“Semua korban di larikan kerumah sakit menggunakan ambulance karena mengalami luka-luka,” ucapnya.

Diketahui pohon kelapa yang menimpa mobil tersebut memang sengaja di tebang. Namun karena kurangnya pengawasan di jalan raya yang mengatur lalu lintas kendaraan.

“Pekerja hanya menutup jalan dari arah Pariaman saja, sedangkan dari arah Padang tidak ada petugas yang berjaga,” katanya.

Sementara itu, Iman (30) yang merupakan sopir dari mobil tersebut masih mengalami trauma berat. Saat diwawancarai Haluan ia mengaku tidak tau sama sekali kalau ada warga yang melakukan penembangan pohon kelapa.

“Saya tidak melihat kalau ada orang yang sedang menembang pohon kelapa,” ujarnya.

Kepolsek Nan Sabaris, Irwan mengatakan, dari kronologis kejadian terlihat ada kelalaian dari pekerja yang memotong pohon kelapa tersebut.

“Dari keterangan yang diberikan salah seorang pelaku Syahrul saat melakukan penebangan dirinya tidak menutup jalan dari arah Padang hanya menutup dari arah Pariaman saja,” ujarnya.

Tidak hanya itu, dilihat dari Tempat Peristiwa Kejadian (TKP) tekni penebangan yang dilakukan pelaku sangat tidak cocok dengan teknik penembangan seharusnya.

“Dari dua hal tersebut dapat kami simpulkan bahwa kecelakaan ini akibat kelalai pekerja,” ucapnya.

Irwan juga menambahkan, saat ini ada dua pelaku yang dimintai keterang di polsek Pauh Kambar. Diantaranya,  Syahrul (42) tukang potong pohon kelapa dan Kasat yang merupakan merupakan bos dari Syahrul.

“Kami akan meminta keteragan lebih lanjut, tidak menutup kemungkinan kedua pelaku bisa berubah status menjadi tersangka,” tuturnya.

Sementara itu,  Syahrul pelaku mengatakan, bahwa dirinya tidak menyangka akan terjadi peristiwa tersebut. Pasalnya, saat melakukan penebangan dirinya sudah menggunakan tali untuk manarik pohon kelapa tersebut. Menurutnya, yang meyebabkan pohon kelapa tersebut tumbang ke arah jalan raya akibat ditiup yang angin kencang saat pemotongan pohon tersebut.

“Saya juga tidak mengira akan terjadi seperti ini,” ujarnya. (h/rul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

24 − 16 =