Warga Serahkan 9 Pucuk Senjata Ilegal ke Polres Tanah Datar

Warga Serahkan 9 Pucuk Senjata Ilegal ke Polres Tanah Datar    Kapolres Tanah Datar,  AKBP Bayuaji Yudha Prajas menerima senjata ilagal yang diserahkan oleh  masyarakat,  Selasa,  (16/1). Khairul

TANAH DATAR,  HARIANHALUAN.COM–Masyarakat Tanah Datar, menyerahkan 9 pucuk senjata rakitan jenis balansa dan bobok, ke Kapolres Tanah Datar,  Selasa, (16/1). Penyerahan ini, terkait himbauan Kapolda Sumbar, dan Kapolres Tanah Datar, terkait penertipan penggunaan senjata ilegal.

Kepada Haluan Kapolres Tanah Datar, AKBP Bayuaji Yudha Prajas, mengatakan penertipan pengunaan senjata api Ilegal di kalangan masyarakat tersebut, terkait kasus penembakan anak di bawah umur di Dhamasraya. Berdasarkan itu,  Kapolda Sumbar melalui Intelkam Polda Sumbar,  memerintahkan semua jajaran Polres Sumbar untuk mengadakan raziah senjata di masyarakat.

“Berdasarkan perintah Polda Sumbar, kami jajaran Polres Tanah Datar,  memberikan himbauan ke tengah-tengah masyarakat agar menyerahkan senjatanya bagi yang memilikinya,” ujar Bayuaji.

Ia juga mengatakan, masyarakat yang menyerahkan senjata apinya saat ini, berasal dari dua Kecamatan, Kecamatan Tanjung Emas dan Kecamatan Padang Ganting. Empat pucuk, jenis Balansa dari Kecamatan Tanjung Emas, dan lima pucuk senjata jenis Bobok dari Kecamatan Padang Ganting.

“Saya mengucapkan rasa terimakasih atas kesadaran masyarakat yang sudah memberikan dan menyerahkan senjata apinya kepada pihak kepolisian Tanah Datar,” ujarnya.

Bayuaji juga menambahkan pihaknya akan melakukan sosialisasi lebih lanjut kemasyarakat, agar yang memiliki senjata rakitan dengan semua jenis, dapat menyerahkan senjata tersebut kepada pihak kepolisian di Kabupaten Tanah Datar.

Pasalnya, selain berbahaya bagi masyarakat setempat, senjata itu,  juga berbahaya bagi dirinya sendiri. Karena senjata tersebut tidak sesuai dengan standarnya dan kemukinan bisa meledak dintangan penggunanya sendiri.

“Kami pihak kepolisian menyatakan senjata rakitan ini ilegal dan tidak layak digunakan di tengah-tengah masyarakat,” tambahnya.

Ia juga mengatakan, selain senjata itu ilegal dan dilarang masyarakat menggunakannya, penyitaan ini guna penertiban serta upaya pencegahan konflik masyarakat yang sering mengguna senjata rakitan ini untuk membela diri. “Kami akan menyimpan seluruh senjata ini, kedalam gudang senjata Mapolres Tanah Datar,” ujarnya lagi.

Sebelumnya, senjata ini difungsikan oleh masyarakat sebagai pemburu hama yang merusak ladang atau kebunnya. Namun setelah ini, diharapkan masyarakat dapat berkoordinasi dengan Perbankin jika ada hama yang merusak ladang tersebut.

“Kedepannya Perbankin Tanah Datar,  akan membantu masyarakat tani jika mendapat gangguan hama pada kebun-kebunnya,” ujarnya lagi.

Sementara itu,  IPTU M.R.Zen Kapolsek Padang Ganting menambahkan,  bahwa pihaknya akan selalu berkoordinasi dengan Kamtibmas terkait himbauan bagi masyarakat  yang memiliki senjata rakitan agar segera menyerahkannya, kepada pihak yang berwajib. Namun jika masyarakat enggan menyerahkan senjatan tersebut, maka pihak kepolisiam akan mengambil secara paksa senjata tersebut melalui aturan yang berlaku.

“Jika masyarakat enggan menyerahkan senjata rakitan tersebut kepada kami, maka kami akan bertindak secara tegas,” ujarnya lagi.

Hal senada juga diutarakan Neswardi Kepala Jorong Nagari Atar,  bahwa penyerahan senjata rakitan tersebut kepada pihak kepolisian, guna mencegah penyalahgunaan senjata oleh masyarakat. Pasalnya, senjata ini selain digunakan untuk pengusir hama di ladang,  namun juga sering digunakan bagi masyarakat yamg sedang konflik, sebagai pelindung dirinya.

“Saya telah menghimbau masyarakat,  agar segera menyerahkan senjata rakitan yang di milikinya,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

59 − = 49