Warga Keluhkan Cetak E-KTP di Padang karena Tinta Habis, Ini Jawaban Kadisdukcapil

Warga Keluhkan Cetak E-KTP di Padang karena Tinta Habis, Ini Jawaban Kadisdukcapil

Kadisduk Capil Padang Wedistar ketika berdiskusi bersama awak media, Rabu (14/3/2018)

 

 

PADANG – Menyikapi keluhan masyarakat tentang eKTP, Kadisduk Capil Kota Padang Wedistar mengatakan Masyarakat tidak usah khawatir stok tinta eKTP akan tersedia Bulan April mendatang karena pembelian tintanya diajukan ke LHKP. “Pembelian tinta segera diajukan sedangkan blanko masih tersedia,” ujar Wedistar ketika diskusi mingguan kepada awak media di Media Center, Rabu(14/3/2018).

Pantauan wartawan di lapangan menyatakan Kosongnya ribbon atau tinta khusus yang digunakan untuk mencetak Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) dan kelengkapan lainnya, membuat masyarakat Padang sedikit kecewa. Pasalnya, sampai beberapa pekan kemarin hingga hari ini Rabu, (14/3/018), warga tidak bisa mencetak e-KTP.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Disdukcapil saat ini telah mengajukan dana pembelian tinta sebesar Rp 700 juta kepada DPRD Padang melalui APBD-P.

Pengajuan anggaran pembelian tinta sudah disetujui Badan Anggaran (Bangar) DPRD Kota Padang. Apabila hal itu mendapat persetujuan, maka KTP-e dapat langsung dicetak.

Wedistar menjelaskan, dana sebesar Rp 700 juta tersebut untuk membeli 140 buah tinta, di mana satu tinta dapat mencetak 450 buah KTP-e.

Sehingga, sebutnya total KTP-e yang dapat dicetak sekitar 63.000, dan jumlah tersebut telah dapat menutupi kekurangan KTP-e tahun 2016 sebanyak 35.000, sementara sisanya dapat digunakan untuk kebutuhan tahun 2017.

Dikatakannya, habisnya stok tinta yang dimaksud merupakan anggaran dari APBD-P dan tinta untuk membuat E-KTP juga tidak ada dijual di pasaran, sehingga menjadi kendala untuk pembuatan dokumen khususnya E-KTP. “Soalnya pengadaan tinta dari e-Katalog Kemendagri,” katanya.

Untuk itu, ia menyarankan kepada masyarakat jika mengurus dokumen hendaknya diantarkan saja berkas-berkasnya ke kantor Disdukcapil Padang.

Ia juga menegaskan bahwa stok tinta di pertengahan bulan April ini hampir bisa dipastikan sudah tersedia karena e-Ktalog melalui LHKP baru bisa diajukan awal April 2018. “Kurang lebih bulan ini stok tinta sudah kembali tersedia. Untuk itu saya berharap masyarakat untuk sabar menunggu,” kata Wedistar.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Padang Wedistar meminta kepada masyarakat yang baru melakukan perekaman e-ktp untuk bersabar, dan tidak khawatir karena sebagai pengganti e-ktp, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil akan mengeluarkan Surat Keterangan(Suket) sementara, sebagai pengganti e-ktp.

“Sekali lagi saya himbau masyarakat Kota Padang untuk bersabar, bagi yang belum mempunyai e-ktp, masyarakat juga tidak terkendala dengan semua urusan, karena Dinas Kependudukan akan mengeluarkan surat keterangan (Suket) surat tersebut bisa digunakan untuk mengurus sejumlah keperluan termasuk pemilu kada,” ungkapnya.

“Insya Allah, pertengahan April kita sudah bisa melakukan pencetakan KTP elektronik. Sebab, kita harus menunggu proses tender pengadaan ribbon printer KTP elektronik,” ujarnya.

Sementara, Lanjut Wedistar, “Untuk Blangko KTP-el di Disdukcapil masih tersedia lebih kurang 28.000 keping, namun belum bisa dilakukan pencetakan,karena stok tinta Ribbon itu tadi, seandainya sudah ada tentu kita lanjutkan untuk melakukan pencetakan KTP-el”jelasnya.

Sementara untuk proses pembuatan kartu kelurga (KK) dan akte kelahiran tidak masalah.

“Dengan kondisi tersebut juga sempat dikeluhkan warga yang ingin menerbitkan e -KTP-nya,” kata Renal, Rabu, (17/3/2018).

“Keadaan percetakan sangat bergantung dengan masalah ketersediaan blanko. Mungkin blanko betul-betul pas dengan orang yang akan melakukan pencetakan dan kami usahakan agar bagaimana bisa tersedia,” kata Renal lagi.

Abdi warga Padang sangat menyayangkan dengan kepengurusan KTP elektronik di Disdukcapil Kota Padang yang dirasakan sulit. Karena blanko dan tinta cetak sudah habis.

Padahal, ungkapnya lagi, warga harus jauh-jauh dari rumah dan mengorbankan waktu serta ongkos biaya.”Mau punya KTP saja dipersulit, mau bikin alasannya juga ada aja. 2018 tinta habis. Sekarang Maret 2018, tinta abis. Kasihan yang jauh-jauh ngurus dah korban waktu, tenaga, biaya hanya untuk bolak balik tapi hasilnya zonk,” singkat Abdi. (RI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

83 + = 92