Warga diingatkan tak dekati Marapi pada radius 3 kilometer

Kondisi Gunung Merapi pada Sabtu (28/4). (ANTARA SUMBAR/Yusrizal)

 

 

Lubukbasung, (Antaranews Sumbar) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mengingat warga yang berada di kaki Gunung Marapi, agar tidak mendekati radius tiga kilometer setelah gunung tersebut mengeluarkan erupsi pada Jumat (27/4) 18.20 WIB.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Wahyu Bestari di Lubukbasung, Minggu menyebutkan peringatan dan imbauan itu telah disampaikan ke camat yang berada di kaki gunung dengan tinggi 2.891 MdPL yakni, Kecamatan Sungaipua, Canduang dan Baso.

Status Gunung Marapi dalam kondisi level II atau waspada, karena pada Jumat sore gunung tersebut mengeluarkan erupsi beberapa kali.

Amplitudo erupsi ini hanya mencapai sembilan milimeter dan tergolong erupsi kecil, dengan durasi 27 detik.

Dengan kondisi itu, pihaknya telah mengerahkan anggota Kelompok Siaga Bencana (KSB) di kecamatan tersebut.

Selain itu, menyiapkan anggota Satuan Tugas (Satgas) BPBD setempat dan anggota Pusdalops sebanyak 16 personel.

“Anggota Satgas dan Pusdalops ini akan turun ke lokasi untuk mengevakuasi warga apabila gunung mengeluarkan abu vulkanis dengan cukup tebal,” katanya.

Saat ini, aktivitas masyarakat di tiga kecamatan itu masih seperti biasa, ada yang bertani, berkebun dan lainnya.

Terkait jumlah warga yang tinggal di daerah rawan erupsi Gunung Marapi itu, Wahyu menambahkan, pihaknya belum memiliki data dan saat ini sedang menghimpun data dari Dinas Kependudukan dan Pencatata Sipil setempat.

Ini mengingat bahwa ada sebagian warga yang memiliki kartu tanda penduduk di daerah itu, namun mereka tidak berada di kampung halaman mereka.

“Berdasarkan data ini, kita bisa mengetahui berapa jiwa warga yang tinggal di daerah rawan erupsi gunung tersebut,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

40 + = 45