Warga Bantai 292 Buaya, Amuk Massa Tak Bisa Dibendung Aparat

Warga Bantai 292 Buaya, Amuk Massa Tak Bisa Dibendung AparatRatusan warga membantai 292 ekor buaya di penangkaran milik seorang pengusaha di Sorong, Papua Barat. (ANTARA FOTO/Olha Mulalinda)

 

 

 

 

Jakarta, CNN Indonesia — Sebanyak 292 buaya dibantai warga dari berbagai wilayah di penangkaran milik seorang pengusaha di Kota Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat, Sabtu (14/7) sore.

Ratusan warga membantai buaya di penangkaran milik Alberth Siahaan karena dipicu kematian warga yang dimangsa buaya.

Amukan warga tersebut tak bisa dibendung petugas kepolisian. Aparat yang tiba di lokasi kejadian menyaksikan langsung bagaimana warga membantai satu persatu buaya, termasuk yang masih bayi atau anakan.


Kapolsek Aimas AKP Emmy Fenitirumah menyatakan pembantaian buaya tersebut merupakan aksi spontanitas dari warga yang merangsek ke penangkaran.

“Banyaknya hewan atau peliharaan yang mati ini sebanyak 292. Kami menunggu pengelola dan pihak balai konservasi sumber daya alam Sorong (untuk tindak lanjut),” ujar Emmy seperti diberitakan CNN Indonesia TV.

Warga marah karena penangkaran buaya milik Alberth Siahaan berada di permukiman warga. Selain itu, batas antara penangkaran dengan ladang pertanian warga hanya dibatasi dengan pagar seng. Kondisi tersebut dikhawatirkan akan mudah dilewati buaya.

Enos Barmala, warga yang tinggal di sekitar penangkaran, menganggap wajar warga marah dengan keberadaan penangkaran buaya tersebut. Dia menyesalkan keberadaan penangkaran buaya yang terletak di permukiman warga.

“Kalau bisa binatang begini ya dipiara di tempat yang lebih jauh lah dari tempat keramaian. Soalnya di sini kan banyak masyarakat yang bertani, punya ternak. Sebaiknya ditempatkan di tempat yang lebih jauh,” ujar Enos.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

33 − = 31