Wapres sebut kebocoran anggaran hanya 2,5 persen, bukan 25 persen

Jakarta, (Antaranews Sumbar) – Wakil Presiden Jusuf Kalla mengakui kebocoran APBN Tahun 2018 memang terjadi, namun angkanya berkisar sekitar 2,5 persen dari total anggaran senilai Rp2.200 triliun.

Wapres menjelaskan anggaran yang berpotensi untuk bocor atau dikorupsi adalah pos untuk belanja modal dan belanja barang yang senilai sekitar Rp500 triliun hingga Rp600 triliun.

Sedangkan pos anggaran untuk belanja pegawai dan operasional, seperti gaji pegawai negeri sipil, subsidi, anggaran untuk bayar utang, untuk bayar bunga utang dan bantuan sosial, tidak bisa dikorupsi, ujarnya.

Berdasarkan data penanggulangan korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), JK menjelaskan rata-rata dana yang dikorupsi berkisar antara 7 hingga 12 persen dari anggaran proyek pemerintah.

Namun demikian, upaya pemerintah untuk menindak tegas pelaku korupsi terus dilakukan yang dibuktikan dengan banyaknya pejabat negara dan pejabat daerah ditangkap KPK.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− 6 = 2