Viral Video Polisi Menembak di Keramaian, Ini Penjelasan Polda Sulsel

Viral Video Polisi Menembak di Keramaian, Ini Penjelasan Polda Sulsel

 

 

Makassar: Video seorang polisi menembak warga di tengah keramaian, viral di media sosial, Jumat, 27 April 2018. Rekaman berdurasi 24 detik itu disebut terjadi di Makassar dan telah jadi pembicaraan di dunia maya.

Pada video yang diunggah akun @makassar_iinfo di Instagram, petugas polisi berseragam terlihat menodongkan pistol ke seorang pemuda di depan sebuah apotek. Mereka disaksikan banyak orang. Sang pemuda beberapa kali meminta agar tidak ditembak, namun pemegang senjata akhirnya tetap melepaskan tembakan.

Usai suara tembakan meledak, pemuda tadi langsung tersungkur sembari memegangi pahanya. Kejadian itu tentu saja menjadi tontonan orang-orang di sekitar lokasi.

Video lebih panjang dengan durasi 1:59 menit diunggah akun Andre Noval di Facebook. Dalam rekaman itu nampak pemuda yang sama terus meringis sembari memegangi pahanya. Namun beberapa saat kemudian dia sadar bahwa tidak ada bagian tubuhnya yang terluka.

Setelah berhenti meringis, lelaki ini membiarkan dirinya diringkus petugas polisi, dibantu sejumlah warga. Tangannya diikat di belakang badan, sebelum polisi menggelandangnya masuk ke dalam mobil. Pada rekaman yang sama, polisi penembak memperlihatkan bungkusan paket bening berisi serbuk kristal mirip sabu.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani membenarkan kejadian tersebut. Dia menyebut peristiwa itu terjadi di depan Apotek K24, jalan Mannuruki Raya, kecamatan Tamalate kota Makassar, 24 April lalu. Pria yang menembak bernama Bripka Andi Rahmat Jaya, yang bertugas di Subdit Pam Obvit di Polda Sulsel.

Dicky mengatakan, saat itu Bripka Rahmat tengah bertugas mengawal penyetoran uang di mesin ATM BNI Makassar. Di lokasi itu dia tiba-tiba menemukan dua orang yang diduga sementara bertransaksi narkoba. Salah satu di antaranya kabur. Sedangkan satu lainnya, yang ada di rekaman video, diketahui bernama Ashar.

“Bripka Andi Rahmat Jaya bersama warga setempat berusaha mengamankan, tapi salah seorang pelaku berupaya melawan. Warga di lokasi terpancing berbuat tindakan anarkistis kepada pelaku,” kata Dicky melalui keterangan tertulisnya.

Dicky mengungkapkan, polisi melepaskan tembakan peringatan ke arah lantai, tepat di sisi kiri pelaku. Pelaku disebut tak terluka, melainkan hanya terkena pantulan tembakan peluru dari lantai. Dia menduga pelaku panik sehingga terus memegangi pahanya.

“Dari lokasi itu kemudian disita satu paket narkoba jenis sabu,” ujar Dicky.

Dicky menjelaskan, tembakan peringatan terpaksa dikeluarkan petugas di lapangan karena dianggap membahayakan. Saat kejadian pelaku disebut terus berupaya melawan, hingga mendorong dengan keras dada Bripka Rahmat. Tindakan itu juga untuk menghindari amukan warga kepada pelaku.

“Pelaku sudah diamankan di Dit Narkoba Polda Sulsel guna penyelidikan dan proses hukum lebih lanjut,” dia menambahkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

67 + = 69