Usulan Revisi Perda Maksiat Belum Diterima

Usulan Revisi Perda Maksiat Belum DiterimaIlustasi.NET

PADANG, HARIANHALUAN.COM-Badan Pembentukan Perda (Bapemperda) DPRD masih menunggu usulan revisi Perda Nomor 11 Tahun 2001 tentang Pencegahan dan PemberantasanMaksiat dari pemerintah provinsi (Pemprov) Sumbar
Perda itu rencananya akan direvisi agar pelarangan aktivitas Lesbian, Gey, Biseksual dan Transgender (LGBT) bisa dimasukkan dalam Perda terkait.

“Dari komunikasi informal yang kami lakukan dengan pihak Biro Hukum dan Balitbang, mereka menyampaikan persiapan sudah hampir rampung. Mudah-mudahan bisa segera,” ujar Ketua Bapemperda DPRD Sumbar, Mockhlasin, kemarin (5/1).

Sementara itu, menanggapi adanya keinginan dari LKAAM Sumbar agar hukum adat dimasukkan dalam revisi Perda tentang maksiat ini, Mockhlasin menyebut hal itu akan diterima sebagai masukan.

Namun, lanjut dia, karena saat ini belum ada aturan tertulis terkait hukum adat dan tidak ada keseragaman antara satu daerah dengan daerah lain, jika akan diakomodir, kabupaten/kota diminta menyusun dan menjabarkan sanksi adat yang dipakai itu akan seperti apa.

“Bagaimana penerapannya saat hukum ada dimasukkan, nanti akan kita bicarakan saat pembahasan. Yang jelas semangatnya adalah, harus ada Perda yang mengatur LGBT ini, dimana kita dengar sudah sangat meresahkan Sumbar,” paparnya.

Anggota dewan dari Fraksi Partai PKS ini menambahkan, saat usulan revisi Perda maksiat telah diterima dari Pemprov, DPRD akan memburukan pengesahannya, yaitunya pada masa sidang pertama tahun 2018 sekarang.

Ketua LKAAM Sumbar, M. Sayuti menyebut, jika Pemprov dan DPRD punya rencana untuk merevisi Perda yang telah ada untuk mengatasi LGBT, hendaknya itu segera dijalankan. Jangan menunggu terlalu lama.

Kemudian dalam Perda yang akan direvisi ia berharap hukum-hukum adat juga dimasukan.

Sebelumnya, Direktur Forsis, Khairul Anwar mengatakan, kelompok gay dan tersebar hampir merata di seluruh kabupaten/kota di Sumbar.
Terbanyak, menurut Khairul ada di Kota Padang, lalu Payakumbuh, Bukittinggi dan Solok.

“Padang sebagai ibu kota provinsi, jumlah pria yang orientasi seksualnya sesama jenis, lebih tinggi dari daerah lain. Lalu, ada Payakumbuh yang secara jumlah, melebihi Bukittinggi,” papar Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sumbar itu, Rabu (20/12).

Tidak jauh berbeda, data Dinas Kesehatan Kota (DKK) Pariaman, kurang lebih terdapat 5.000 kelompok homoseksual di wilayah Sumbar. Sementara, Dinas Kesehatan Payakumbuh mengaku pernah mendapat informasi akurat adanya pesta gay yang dilaksanakan di Kota Galamai yang sesuai perkiraan, jumlah lelaki gay di sana mencapai 620 orang.

Sementara itu, Dokter Spesialis Poliklinik HIV RSUP Dr M Djamil, dr Armen Ahmad menyebutkan, sebaran gay merata disemua kalangan. Bahkan ada lelaki gay yang berhubungan badan dengan 200 orang. Hubungan intim sesama jenis itu melibatkan ayah dan anak, mamak dan kemenakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

34 − 27 =