Tujuh tersangka pemalsu data nassbah dan gelap sepeda motor diamankan polisi Pasaman

Polisi Pasaman lihatkan barang bukti hasil sindikat pemalsu data nasabah dan penggelapan sepeda motor dilihatkan ke wartawan. (Ist)

Lubuk Sikaping, (Antaranews Sumbar)- Sebanyak tujuh tersangka pemalsu data nasabah dan gelapkan ratusan unit sepeda motor, diamankan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pasaman.

Mirisnya, ketujuh tersangka merupakan staf marketing di perusahaan penyedia sepeda motor Honda, yakni PT Anugerah di Lubuksikaping petugas penagihan dari dua perusahaan leasing, Adira dan MCF.

Kasat Reskrim AKP Lazuardi mengatakan, para tersangka yang dimankan merupakan orang dalam dari perusahaan penyedia dan pihak leasing. Empat tersangka, merupakan staf marketing di PT Anugerah Honda Motor, dua tersangka petugas penagihan dari PT Adira, MCF.

“Ketujuh tersangka terdiri atas, RN (28), AA (31), NS (40), YA(26), IT (39), HD (21) dan RW (33),” kata AKP Lazuardi, didampingi Kanit Idik II, Aiptu Irwan, Senin sore.

Adapun modus para tersangka, kata AKP Lazuardi, melakukan penipuan dengan cara memalsukan data jual beli sepeda motor di perusahaan tersebut, sekitar 161 unit kenderaan bermotor. Mereka, kata dia, memanfaatkan lemahnya SOP di perusahaan penyedia sepeda motor itu.

“Atas kejadian ini, pihak perusahaan mengaku rugi hingga mencapai Rp2,1 miliar,” ujarnya.

Kasus ini mulai terungkap setelah adanya laporan pihak perusahaan penyedia kenderaan bermotor dan leasing kepada pihak kepolisian setempat, yakni PT. Anugerah Honda Motor (penyedia sepeda motor), Adira dan Mega Central Finance (MCF), pada Juli lalu.

“Ketiga perusahaan itu malaporkan adanya penggelapan dan pemalsuan data calon nasabah. Hal ini diketahui olehperusahaan setelah melakukan audit,” tukasnya.

Pihak perusahaan, kata dia, menemukan data antara jumlah unit tersedia (stok) dengan unit ranmor yang sudah terjual tidak singkron sehingga perusahaan penyedia sepeda motor itu merugi.

“Penangkapan terhadap para tersangka pun dimulai pada 18 Juli 2018. Mereka ditangkap disejumlah tempat terpisah, mulai dari Padang Panjang, Pasaman Barat dan Kabupaten Pasaman,” katanya.

Belasan sepeda motor jenis Honda Beat, Revo, Vario, Yamaha Mio Z berhasil diamankan. Termasuk para tersangka yang kini sudah mendekam dibalik jeruji besi di Mapolres tersebut.

Informasi yang dihimpun, para tersangka menggunakan data fiktif untuk mengajukan kredit pembelian sepeda motor kepada pihak perusahaan, sehingga pihak perusahaan mau mengeluarkan sepeda motor yang diajukan para tersangka tanpa ragu.

Setelah beberapa bulan berjalan, pihak perusahaan tak kunjung menerima angsuran pembiayaan dari sejumlah unit sepeda motor yang sudah terjual tersebut oleh para tersangka.

Untuk para tersangka, penyidik Polres Pasaman menjerat mereka dengan pasal berlapis, yakni pasal 372 penipuan, pasal 378 penggelapan, dan pasal 263 pemalsuan dengan ancaman 4 tahun penjara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

7 + = 14