Padang, (Antaranews Sumbar) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ketaping di Padang Pariaman menemukan tiga titik api di wilayah Sumatera Barat berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan menggunakan satelit.

“Tiga titik api tersebut berada di Kabupaten Pesisir Selatan tepatnya di Tapan, dua titik dengan tingkat kepercayaan kuat dan satu lagi rendah,” kata Kepala Seksi Informasi dan Observasi BMKG Ketaping Padang Pariaman Yudha Nugraha saat dihubungi dari Padang, Kamis.

Menurut dia selain tiga titik tersebut terdapat satu titik api lagi yang lokasinya berada di perbatasan antara Pasaman dengan Riau.

“Akan tetapi titik tersebut tidak masuk wilayah Sumbar,” katanya.

Ia menyampaikan cuaca udara di Sumatera Barat dalam beberapa hari terakhir didominasi oleh kering dengan suhu udara berkisar 24 derajat dan tertinggi 31 derajat Celcius.

Berdasarkan pantauan atmosfer beberapa hari ke depan ada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga ringan di Padang Panjang, Bukittinggi, Solok dan Limapuluh Kota.

Sementara di daerah pesisir mulai cerah dan berawan, kata dia.

Terkait dengan terlihatnya kabut asap tipis di Padang ia menyampaikan hal itu bukan berasal dari asap kebakaran lahan melainkan debu dan asap kendaraan yang terkumpul akibat cuaca cerah beberapa hari terakhir.

Terpisah Kepala UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Pesisir Selatan, Dinas Kehutanan Sumbar, Madrianto menyampaikan terjadi kebakaran lahan gambut di Nagari Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, sejak Senin (13/8) hingga saat ini.

“Kebakaran agak sulit dipadamkan karena berada di areal gambut. Kami bersama masyarakat berupaya memadamkan api dengan melakukan penyiraman serta membuat sekat bakar,” kata dia.

Selain pihaknya dan masyarakat, anggota TNI, Polisi, pemadam kebakaran serta personel dari Dinas Kehutanan Sumbar juga ikut serta memadamkan api.

Ia memperkirakan kebakaran hutan telah mencapai lebih kurang 300 hektare. (*)