Terjadi di Limapuluh Kota, Belasan Ribu Pemilih Dicoret

  Terjadi di Limapuluh Kota, Belasan Ribu Pemilih DicoretPetugas KPU dan Disdukcapil datangi masyarakat untuk perekaman E-KTP di nagari-nagari. DADANG ESMANA

 

 

 

 

 
PAYAKUMBUH,HARIANHALUAN-Setelah Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Limapuluh Kota  melakukan sinkronisasi terhadap data pada  Sistem Informasi Data Pemilih dengan  data pemilih sementara, akhirnya KPU setempat mencoret pemilih yang belum memiliki KTP Elektronik.

Pemilih yang dicoret KPU,  tak tanggung-tanggung jumlahnya. Ada sekitar hampir 15 ribu orang. “Yang kita coret berjumlah 14.910 pemilih dari 262.691 pemilih sementara,”terang Masnijon Ketua KPU Kabupaten Limapuluh Kota melalui Eka Letyana Komisioner Divisi Program dan Data serta Amfrizer Komisioner Divisi Teknis dan Hukum pada Selasa (24/7) siang di KPU Kabupaten Limapuluh Kota.

Kata mereka, dari 14.910 yang dicoret tersebut, merupakan kategori berpotensi sebagai pemilih pemula yang belum melakukan perekaman E-KTP. Yaitu pemilih yang lahir dari 17 April 2002 atau sudah berumur 17 tahun pada 17 April 2019 mendatang.

Di Kabupaten Limapuluh Kota, terdapat sebanyak  262.691 orang dari Daftar Pemilih Sementara sampai  pada 17 Juni lalu. Setelah dilakukan pemutakhiran, dari 262.691 itu  didapat 238.318 pemilih yang sudah miliki KTP dan 24.373 pemilih yang belum memiliki KTP.

Kemudian, KPU   melakukan kembali sinkronisasi terhadap data 24.373 pemilih yang belum memiliki KTP dengan Dinas Kependudukan dan Cacatan Sipil Kabupaten Limapuluh Kota. Sampai 21 Juli lalu, dari 24.373 pemilih itu, didapati lagi 9,463 pemilih sudah memiliki E-KTP. Sedangkan, sisanya 14.910 pemilih malah belum melakukan perekaman E-KTP. “Data 14.910 ini lah yang dicoret,”terang komisoner KPU Limapuluh Kota itu.

Dijelaskan Masnijon, Eka Letyana dan  Amfrizer, pencoretan data pemilih yang belum memiliki E-KTP tersebut, berdasarkan PKPU nomor 11 tahun 2018 pasal 19 ayat 3. Yaitu apabila pemilih yang tidak memiliki KTP dan sudah dilakukan pemutahiran tapi tidak ada juga keterangan dari Disdukcapil, KPU berhak mencoret pemilih tersebut.  “Sampai dengan masa perbaikan DPS terakhir, dinas yang menyelenggarakan urusan kependudukan dan cacatan sipil setempat tidak memberikan keterangan bahwa pemilih yang bersangkutan telah berdomisili dan sudah diterbitkanKTP-El, maka KPU mencoret pemilih yang bersangkutan,” terangnya.

Sebelum melakukan pencoretan, KPU Kabupaten Limapuluh Kota juga sudah berkoordinasi dengan Disdukcapil setempat terhadap kondisi pemilih sementara itu. Dari 14.910 pemilih yang dicoret tersebut, terbanyak yaitu di Kecamatan Lareh Sago Halaban dengan total 1739 pemilih. Kemudian Kecamatan Harau sebanyak 1679 pemilih.

Kecamatan Pangkalan Koto Baru sebanyak 1488 pemilih, Kecamatan Guguak sebanyak 1480 pemilih, Kecamatan  Kapur IX sebanyak 1438 pemilih serta Kecamatan Mungka 1200 pemilih. Selanjutnya Kecamatan Akabiluru 1116 pemilih, Kecamatan Luak sebanyak 1088 pemilih dan sisa 5 kecamatan lain jumlah pemilih yang dicoret berkisar dari 600 sampai 800 pemilih. “Pemilih yang dicoret, masih bisa untuk memberikan hak suara di Pemilu 2019 nanti. Dengan syarat harus dan sudah melakukan perekaman E-KTP. Sekarang, ini yang kita lakukan bersama Disdukcapil.  jemput bola ke tengah-tengah masyarakat untuk perekaman E-KTP,”terang mereka.

KPU Limapuluh Kota, juga sudah plenokan 14.910 pemilih yang dicoret tersebut. “Minggu kemarin kita pleno terhadap Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan. Awalnya kita memiliki  262.691 pemilih. Setelah dilakukan perbaikan, jumlahnya menjadi 247.781 pemilih, berkurang 14.910 pemilih,”ucapnya lagi. (h/ddg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

75 − 70 =