Tercatat Hanya 7 Orang, TKA di Perusahaan Sawit Pasbar Belum Terdata

Tercatat Hanya 7 Orang, TKA di Perusahaan Sawit Pasbar Belum TerdataIlustasi/Haluan

 

 

PASBAR, HARIANHALUAN.COM – Jumlah Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di perusahaan kelapa sawit di daerah Pasaman Barat masih misteri. Dari  kurang lebih 15 perusahaan sawit yang beroperasi di sana TKA yang tercatat di Kantor Imigrasi Kelas II Agam hanya tujuh orang. Keterbatasan kewenangan pemda untuk menilisik hal ini lebih jauh menjadi kendala untuk mengungkap hal ini.

Dalam rapat Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) di Pasbar bersama Imigrasi Kelas II Agam, Kesbangpol, Polri, kejaksaan, OPD yang berwenang, hingga seluruh camat diketahui, jika di setiap perusahaan kelapa sawit tersebut memiliki TKA. Namun, karena pemerintah daerah tidak memiliki dasar hukum yang kuat untuk mengetahui keberadaan orang asing, kondisi tersebut menjadi luput dari perhatian.

“Di Kecamatan Kinali saja, memiliki 7 perusahaan kelapa sawit dan kami yakin 6 diantaranya memiliki TKA. Sedangkan di Pasbar memiliki lebih kurang 15 perusahaan kelapa sawit,” terang Kasi Trantib Kecamatan Kinali, Arfan.

Namun, kata Arfan, pihaknya tidak punya data pasti tentang hal itu karena keterbatasan kewenangan tersebut.

“Dengan adanya Timpora ini, kami berharap keberadaan TKA bisa kita ketahui dengan tujuan jika ada sesuatu yang ditimbulkan oleh TKA tersebut kita akan cepat menanganinya,” tandas.

Ia meminta pihak Kantor Imigrasi agar bisa melakukan pengawasan terhadap TKA yang ada di perusahaan. Tujuannya bukan saja melakukan pengawasan, namun menertibkan izin tinggal mereka apakah sudah sesuai dengan peruntukannya atau bagaimana. “Apakah sebagai TKA atau hanya sebagai pelancong yang sambilan bekerja,” kata Arfan lagi.

Menurut Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kemenkumham Sumbar, Sumantri Sihite, banyak faktor penyebab datangnya orang asing ke wilayah Sumbar. Ada yang datang sebagai pekerja maupun datang sebagai kunjungan biasa. Apalagi saat ini telah keluar Perpres Nomor 21 tahun 2016 tentang bebas visa kunjungan yang membebaskan sebanyak 169 warganegara dari negara tertentu dapat masuk ke wilayah Indonesia tanpa terlebih dahulu mohon visa.

“Hal itulah yang perlu diatisipasi oleh Timpora, ditambah lagi dampak telah diberlakukannya perdagangan bebas ASEAN melalui MEA (masyarakat ekonomi ASEAN). Dimana akan terjadi arus mobilisasi keluar masuk manusia dari negara-negara ASEAN dalam rangka memanfaatkan arus bebas barang dan jasa juga tenaga kerja,” tandas Sumantri Sihite.

Sementara itu, dari data Imigrasi tujuh orang TKA tersebut, yakni Raymond Weesoon Chai bekerja di PT Laras Internusa, Mohd Faudzi Bin Ahmad di PT Laras Internusa, Gugkang Bin Yukong di PT Gersindo Minang Plantation, Saminathan Karappan di PT Andalas Agro Industri, Tan Jin Seng di PT Bintara Tani Nusantara, Gugkang Bin Yukong di PT Gersindo, dan Khairul Anuar Bin Hasan bekerja di PT Gersindo.

“Kami mengapresiasi PT Gersindo Minang Plantation yang rutin melaporkan TKA nya. Kita berharap perusahaan yang memiliki cabang di Pasbar setidaknya bisa melakukan hal yang sama,” jelas Sumantri.

Dengan adanya Timpora tersebut, Dia berharap keberadaan TKA bisa terdeteksi baik yang sudah terdata maupun yang belum. (h/ows)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

80 + = 84