Temuan Lubang Diduga Bungker di Sukabumi Masih Diteliti

Bunker peninggalan Belanda. (ilustrasi)
Bunker peninggalan Belanda. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,SUKABUMI — Warga Kota Sukabumi, Jawa Barat dalam beberapa hari terakhir dihebohkan dengan penemuan lobang yang diduga bungker. Kini temuan tersebut tengah dalam penelitian tim dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi dan Speleologi dan Caving Sukabumi (Spelcabumi).

Lubang tersebut tepatnya berada di Kampung Karamat, RT 02 RW 03 Kopeng, Kelurahan Karamat, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi. Penemuan lubang ini berawal dari warga yang menggali untuk kepentingan septic tank dan akhirnya menemukan lubang. ”Kami masih melakukan riset dan ekpedisi mengenai temuan lubang ini,” ujar Kepala Bidang Penelitian dan Pembangunan Bapedda Kota Sukabumi Eneng Rahmi kepada wartawan Rabu (17/1).

Penelusuran ini lanjut dia dengan melibatkan sejumlah pihak yakni tim Spelcabumi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup (KLH) serta Kepolisian Sektor Gunungpuyuh. Diduga lanjut Rahmi, keberadaan lubang diduga bungker ini merupakan peninggalan jaman Belanda. Namun kata dia untuk memastikannya harus dilakukan penelusuran lebih lanjut.

Dimana kata Rahmi, penelitian ini memerlukan waktu yang panjang. Nantinya kata dia penelitian ini akan digabungkan dengan ekpedisi lorong bawah tanah yang dilakukan di Gunungpuyuh dan Warudoyong

Pasalnya ungkap Rahmi, ada beberapa titik yang tidak bisa tembus atau terputus. Terlebih lanjut dia informasi warga menyebutkan kondisi fisik yang sama dan muka terowongan yang mirip di lorong sebelumnya.

Menurut Rahmi, ekpedisi ini untuk menentukan luas dan panjang lubang tersebut. Sehingga kata dia hasil ekpedisi ini akan memperjelas keberadaan lubang tersebut.

Pembina Spelcabumi, Ferry Saputra menambahkan, tim Spelcabumi masih melakukan penelitian mengenai lubang tersebut. ” Kami lebih menelusuri ke kontekstual struktur bangunannya,” terang dia.

Fery menerangkan, tim juga akan menyelidiki sejarah dari lubang tersebut. Ia menerangkan tim juga meneliti sampel kondisi tanah dan air di kawasan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 + 4 =