Tambang Emas Tanpa Ijin dan Illegal Logging Wilkum Tanah Datar Ditertibkan, Kapolres Pimpin Langsung

Tambang Emas Tanpa Ijin dan Illegal Logging Wilkum Tanah Datar Ditertibkan, Kapolres Pimpin Langsung

 

TANAH DATAR – Kapolres Tanah Datar AKBP. Bayuaji Yhuda Prajas, SH beserta team gabungan melakukan penertiban terhadap Illegal Meaning dan Illegal Logging di Wilayah Hukumnya.

“Berawal dari informasi masyarakat dan setelah di lakukan penyelidikan mendalam, maka kami beserta tim langsung melakukan penertiban, ” tegas Kapolres Sabtu Dinihari, (27/1/2018)

Untuk Tambang Emas tanpa ijin Dikatakan Bayuaji, razia dilakukan di Jorong Talago Gunung Kenagarian Saruaso kecamatan Tanjung Emas, Pada Kamis 25/1/2018 sekira pukul 09.30 Wib.

“Penertiban dilaksanakan oleh Tim Terpadu dari Polres, Pemkab, Kodim 0307 TD, dan Kejaksaan Negeri Tanah Datar, ” sampainya.

Dikatakan Kapolres, pada saat Tim Terpadu tiba di Lokasi itu diduga dijadikan sebagai tempat Tambang Emas, namun tidak ditemukan adanya pelaku yang sedang melaksanakan Kegiatan Pertambangan. Tapi dilokasi ditemukan peralatan yang diduga kuat digunakan sebagai alat pencari emas yang ditinggalkan.

“Benda yang kita temukan di lokasi tersebut adalah 1 unit Eskavator warna orange merek Hitachi yang sedang tidak beroperasi. 2 unit mesin Dompeng, 1 unit mesin Robin, Peralatan memasak, 1/2 drum BBM jenis Solar. 3 buah alat dulang Emas terbuat dari kayu dan plastik, “tuturnya.

Sementara untuk Dugaan Illegal Logging Kapolres mengatakan telah menertibkan di Wilayah Lintau Buo dan Lintau Buo Utara, Tanah Datar, Sumbar, pada selasa (23/1).

“Kegiatan berawal dari Pelacakan dan Survei batas wilayah antara kabupaten Tanah Datar dengan Sijunjung dengan sasaran Bukit Pamalam Tambaiak Koto Panjang. Kegiatan ini kami laksanakan bersama Instansi Gabungan Polres, Kodim 0307, Dinas Kehutanan, dengan jumlah keseluruhan Personil 19 Orang, ” ujar Bayuaji.

Disampaikannya bahwa saat Kegiatan Pelacakan dan Survey Hutan Kawasan, dan Penentuan Batas oleh team, ditemukan 2 (dua) Pondok Kayu di Pamalam Tambaiak yang digunakan sebagai tempat Pengolahan Lambersering, 1 pondok dalam keadaan bekas terbakar, dan 1 Pondok yang sudah ditinggalkan.

“Informasi yang didapat bahwa Kegiatan Pengolahan Lambersering sudah tidak beraktifitas lagi sejak satu bulan yang lalu. Namun di lokasi ditemukan Kayu Balok ukuran 4x9x20 cm yang belum diolah, dan bekas potongan Lambersering, ” ungkapnya.

Menutup penjelasannya Kapolres mengatakan bahwa dari hasil Pengecekan menggunakan GPS Dinas Kehutanan, lokasi tersebut merupakan Kawasan Hutan Lindung.

“Kawasan itu saat ini telah kita tertibkan, ” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

16 − 13 =