Tahun Ini Dana Rajawali Disalurkan

Tahun Ini Dana Rajawali Disalurkan

 

PADANG, HARIANHALUAN.COM- Komisi V DPRD Sumbar bersama Pemprov mencapai kata sepakat untuk menyalurkan dana hibah PT Rajawali  pada tahun 2018 ini. Hal ini penting untuk segera dilakukan karena  dana bernilai puluhan miliaran rupiah itu strategis memajukan dunia pendidikan.

Ketua Komisi V DPRD Sumbar, Hidayat menuturkan, belum lama ini Komisi V telah melakukan studi banding kedua daerah, yaitu Aceh dan Surabaya. Upaya tersebut dilakukan dalam rangka  pembahasan pencabutan Perda Nomor 4 tahun 2009 tentang pendirian Yayasan Minangkabau.

Disampaikan Hidayat, saat Perda Nomor 4 Tahun 2009 disetujui dicabut, maka pemerintah provinsi harus memikirkan langkah sistem pengelolaan dana. Dimana yang direncanakan adalah akan dibentuk Unit Penyelenggara Teknis Daerah (UPTD) dengan sistem Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) untuk penyaluran dana. Untuk membentuk BLUD ini Pemprov diberi waktu hingga 19 Februari menyiapkan Pergubnya.

“Jika pergub selesai, maka dana bisa segera disalurkan sebagai beasiswa untuk siswa miskin yang sedang menempuh pendidikan,” kata Hidayat, Senin (22/1).

Ditambahkan Hidayat toleransi waktu 19 Februari tadi merupakan kesepakatan bersama antara DPRD Sumbar dan Pemprov (Asisten III, Biro Organisasi, Biro Hukum, Bappeda, Badan Keuangan Daerah, red).

Dewan dari Fraksi Partai Gerindra ini menambahkan, wajar saja sekarang jika segala hal terkait penyaluran dana rajawali harus digegas secepat mungkin. Hal ini karena sudah lebih dari 8 tahun dana hibah tersebut tak kunjung termanfaatkan.

Sebelumnya, DPRD Sumbar juga telah meminta Pemprov tidak berlama-lama mengusulkan wadah pengelolaan dana Hibah PT Rajawali.

Sebab, dana hibah yang semula berjumlah Rp50 miliar tersebut sekarang totalnya telah sampai pada angka Rp80 miliar.

Karena masih mengendap di kas Pemprov dana tak kunjung bisa dimanfaatkan membantu biaya pendidikan siswa dan mahasiswa kurang mampu.

Pengamat pendidikan UNP Mawardi Effendi menuturkan, dana hibah PT Rajawali mesti segera disalurkan. Sebab dengan penyaluran dana lebih cepat akan bisa lahir lulusan-lulusan bangku perkuliahan terbaik yang dapat mengabdi kepada masyarakat. Hanya saja, karena  terendapnya dana selama ini, menyebabkan terbengkalainya perkuliahan beberapa mahasiswa tidak dapat tertolong sama sekali.

Dana hibah PT Rajawali sendiri belum bisa disalurkan sejak tahun 2009. Setelah diterima dengan besaran Rp50 miliar, dana dikelola melalui Yayasan Beasiswa Minangkabau. Namun karena sesuai aturan pusat dana hibah tak boleh diserahkan pada yayasan, pada Desember 2015 lalu fraksi-fraksi di DPRD Sumbar menyetujui Perda Nomor 4 Tahun 2009 tentang pendirian Yayasan Minangkabau dicabut.

Namun sebelum pencabutan resmi dilakukan, pemerintah daerah terlebih dahulu diminta menyiapkan bentuk pengelolaan dan teknis penyaluran dana ke depan. (h/len)

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

80 − 77 =