Solok Selatan banyak potensi wisata, namun kurang fokus pengembangannya

Ilustrasi – Pengendara melintas di kawasan Seribu Rumah Gadang, Nagari Koto Baru, Kab.Solok Selatan, Sumatera Barat, Rabu (6/12). Sebanyak 40 rumah adat Minangkabau di kawasan destinasi wisata kampung adat Seribu Rumah Gadang itu akan direstorasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera). (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/ama/17)

Padang, (Antaranews Sumbar) – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan Provinsi Sumatera Utara diminta lebih fokus dan serius dalam membangun sektor pariwisata sebagai upaya menarik lebih banyak wisatawan berkunjung ke daerah itu, kata Ketua DPRD setempat Sidik Ilyas.

“Solok Selatan itu memiliki banyak potensi wisata, namun selama ini kurang fokus dalam pengembangannya, sehingga harapan lebih banyak dikunjungi wisatawan ke daerah ini bisa terwujud, ” katanya di Padang, Senin.

Solok Selatan yang wilayahnya berbatasan langsung dengan Provinsi Jambi, memiliki sejumlah objek wisata andalan seperti kawasan “Saribu Rumah Gadang” dan wahana air “Hot Waterboom”, pendakian Gunung Kerinci dan Gua Batu Kapal.

Politisi Partai Golkar itu juga menjelaskan kurang fokusnya Pemkab dalam mengembangkan sektor pariwisata, misalnya soal penganggaran yang kurang memadai.

“Kalau memang kita sudah komit memajukan sektor pariwisata maka anggaran yang dialokasikan juga harus memadai untuk membangun berbagai infrastruktur. Jangan sampai, wisatawan yang datang, kemudian pulang dengan membawa kesan kecewa karena infrastruktur kurang memadai,” kata Sidik.

Tentunya, Ketua DPRD itu juga menjelaskan pihaknya mendukung penuh pengembangan sektor pariwisata sebab selain akan berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga akan membuka lebih banyak lapangan kerja kepada masyarakat khususnya Solok Selatan.

Selain itu, Sidik juga berharap Pemerintah Pusat mempercepat pengembangan jalan nasional Solok-Kerinci, Jambi, yang saat ini kondisinya sempit dan rusak, bahkan di beberapa lokasi kerusakanya cukup parah.

Jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Solok dengan Solok Selatan sepanjang sekitar 126 kilometer itu saat ini memiliki luas berkisar lima meter. Idealnya luas jalan nasional itu minimal delapan meter sehingga memperlancar arus transportasi ke Solok Selatan.

“Kecilnya ruas jalan juga menjadi salah satu kendala untuk memajukan sektor wisata Solok Selatan. Masalah jalan ini kita juga berharap perhatian serius pemerintah pusat sebab itu jalan nasional,” kata Ketua DPRD Solok Selatan itu.***1***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

39 − = 34