SMPN 1 Ranah Pesisir Pessel Terbakar

   SMPN 1 Ranah Pesisir Pessel Terbakar
Petugas Damkar saat berupaya memadamkan Api yang melalap dua ruang belajar dan satu unit rumah penjaga UPT sekolah SMPN 1 Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel). Sabtu (12/5). Sekitar pukul 13.15 WIB.

 

 

 

PAINAN, HARIANHALUAN.COM – Si jago merah kembali melahap dua ruang belajar dan satu unit rumah penjaga UPT sekolah SMPN 1 Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel). Sabtu (12/5). Sekitar pukul 13.15 WIB.

Informasi yang dirangkum Haluan, kejadian berawal disaat para guru beserta kepala Sekolah yang diketahui bernama Nedi Putra, sedang memberikan arahan dalam rangka pembagian nomor ujian untuk para siswa/siswi.

Namun, secara tiba-tiba gumpalan asap terlihat dari belakang sekolah yang bersumber dari rumah penjaga sekolah yang ditempati oleh, Suhirman (55) dan istrinya Idan (50).

“Api diduga kuat terjadi karena hubungan arus pendek (korsleting listrik). Beruntung saat kejadian rumah dalam keadaan kosong. Saat itu, petugas Damkar cabang Balai Selasa sudah datang ke lokasi untuk memadamkan Api,” sebut Eri (28) warga setempat.

Dihubungi terpisah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Pessel (Satpol PP-Damkar) Dailipal, membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.00 WIB, dengan menurunkan dua armada pemadam dari cabang Kambang (Lengayang) dan Balai Salasa (Ranah Pesisir).

“Namun, satu rumah penjaga dan dua ruang belajar semi permanen ludes terbakar,” terang Kasat Pol PP Dailipal, di Painan.

Ia menjelaskan, kebakaran tersebut sempat membuat warga panik, karena tiupan angin membuat kobaran api menjalar dengan cepat. Warga saat itu, berinsiatif memadamkan api dengan peralatan seadanya, hingga tak lama kemudian petugas Damkar datang ke lokasi.

“Saat itu salah seorang saksi melihat api dengan cepat membesar. Dan warga, mencoba memadamkan api dengan peralatan seadanya, namun sulit untuk dipadamkan,” terangnya.

Dailipal menjelaskan, dalam kejadian tersebut beruntung tidak memakan korban jiwa. Namun, sejumlah fasiltas yang berada di dalam dua unit ruang belajar dan satu unit rumah sekolah tidak sempat diselamatkan keluar.

“Beruntung tidak ada korban jiwa. Namun, isi dalam gedung semi permanen tersebut habis terbakar. Untuk sementara, kerugian ditaksir mencapai Rp200 juta dan saat ini masih ditelusuri total kerugiannya,” tutupnya. (h/kis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 + 4 =