Seratusan Bidan di Pasaman Tak Digaji Selama 8 Bulan

Seratusan Bidan di Pasaman Tak Digaji Selama 8 BulanIlustrasi

 

 

 

 

 

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM — Sebanyak 116 bidan kontrak di Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman mengeluhkan gaji mereka. Selama delapan bulan sejak diangkat sebagai tenaga kerja kontrak,para bidan ini belum menerima gaji.

Padahal dalam perjanjian kontrak kerja yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan, Amdarisman, disebutkan para bidan kontrak ini berhak menerima imbalan kerja sebesar Rp850 ribu setiap bulan, terhitung 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2018.

Dana tersebut bersumber dari APBD tahun anggaran 2018.

Namun, pada kenyatannya 116 tenaga bidan yang diangkat oleh Dinas Kesehatan belum satu orang pun menerima honor. Kondisi ini pun menjadi tanda tanya bagi ratusan tenaga bidan yang tersebar di 16 puskesmas di daerah itu.

“Kalau Ef gak salah bang, ada 116 orang lah bang yang diangkat pada Januari 2018 ni bang. Itu sama sekali belum ada nerima gaji. Iya, sejak diangkat, kami belum ada nerima gaji,” ujar Efri Hasibuan, salah seorang bidan kontrak di Puskesmas Tapus, baru-baru ini.

Ia mengatakan, ketika dipertanyakan kepada dinas terkait, jawaban yang mereka dapatkan malah membuat hati mereka sakit. Harapan untuk menerima gaji perdana sejak diangkat sebagai tenaga kontrak pun pupus.

“Ada yang bilang anggarannya gak adalah. Banyak macam pendapatlah. Itu lah bang. Sementara kami sudah delapan bulan kerja. Kalau di SK, bidan tugas di Puskesmas honornya sebesar Rp850 ribu. Dinas di Pustu, Rp1,2 juta,” ujarnya.

Kini, Efri beserta sejumlah bidan kontrak lainnya di daerah itu hanya bisa pasrah. Meski gaji mereka belum dibayarkan, kata dia, mereka akan tetap ikhlas bekerja melayani pasien dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Kami akan tetap bekerja. Kami akan tetap melayani warga yang datang berobat ke Puskesmas. Tapi, kami tetap berharap gaji kami sebagai tenaga kontrak ini segera dibayarkan,” pintanya.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman, Jonnery Masli mengakui hal itu ada 116 tenaga bidan kontrak yang diangkat pada Januari 2018 lalu belum pernah menerima honor sepeser pun dari dinas tersebut.

“Betul itu. Sesuai perjanjian kontrak kerja, tenaga kontrak kerja bidan ini berhak menerima honor sebesar Rp850 ribu setiap bulannya. Tapi itu belum kita bayarkan, karena anggaran terbatas,” kata Jonnery, saat ditemui di Lubuk Sikaping, Selasa (14/8).

Dikatakan, bahwa ketersediaan anggaran hanya cukup untuk pembayaran honor kepada 53 bidan kontrak. Namun, pada kenyataannya bidan yang diangkat sebagai tenaga kontrak pada 2018 berjumlah 116 orang.

“Ketersediaan anggaran kita hanya cukup untuk pembayaran honor 53 orang tenaga bidan kontrak. Sementara jumlah bidan kontrak yang diangkat pada 2018 bertambah menjadi 116 orang semuanya,” katanya.

Pihaknya, kata dia, masih terus berupaya mencari jalan keluarnya. Salah satunya, kata Masli, mengajukan penambahan honor bidan tersebut pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) perubahan tahun anggaran 2018.

“Kita masih mengkalkulasi hitung-hitungannya. Upaya lain yang kita lakukan adalah mengusulkan honor mereka dianggaran perubahan nanti. Jika itu tidak terakomodir juga, yah terpaksa pada APBD 2019 lagi,” terang Masli.

Pihaknya, kata dia, memaklumi keluhan para bidan tersebut. Ia pun meminta, para bidan kontrak yang belum menerima honor terhitung Januari 2018 hingga kini, agar sedikit bersabar.

“Mau gimana lagi. Yah harus bersabar. Awalnya, kita hanya mengusulkan pengangkatan 53 orang tenaga bidan kontrak. Namun, di tengah jalan bertambah. Situ kan tahu, gimana prosesnya sehingga bertambah. Tak perlulah diceritakan lagi,” ujar Masli sembari berlalu. (h/yud)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− 2 = 5