Seorang Penambang Emas di Pasaman Barat Tewas Tertimbun

Seorang Penambang Emas di Pasaman Barat Tewas Tertimbun
Masyarakat dibantu tim dari BPBD dan tim SAR Pasbar serta Polsek Gunung Tuleh melakukan pencarian korban.

PASAMAN BARAT – Seorang penambang tewas tertimpa runtuhan tanah saat melakukan penambangan emas di Jorong Air Dingin, Nagari Rabi Jonggor, Kecamatan Gunung Tuleh, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (10/5/2018) sekira pukul 09.00 WIB.

Korban Ardimen (38) bersama temannya Eriyanto (33) tengah melakukan penambangan emas menggunakan alat manual dompeng di kebun milik korban. Ardimen melakukan penyedotan di kedalaman kurang lebih 4 Meter tanpa menggunakan alat bantu oksigen.

“Tidak lama menyelam saya melihat gelembung udara di tempat Ardimen menyelam. Saya curuga karena korban tidak muncul kepermukaan, saya mencoba menyelam untuk mencarinya. Saat kaki saya menyetuh gundukan tanah di dalam air, sayapun kaget dan langsung keluar serta tidak melanjutkan penyelaman,” ungkap Erwanto

Karena panik, setelah merasakan gundukan tanah yang menimbun lobang penggalian emas itu, Erwanto langsung memberitahukan kejadian tersebut kepada istri korban yang juga berada di kebun tersebut serta memanggil warga setempat dan juga kepolisian.

“Kami berusaha mencari korban bersama warga, sekitar pukul 18.30 WIB, barulah korban ditemukan dengan keadaan tidak beryawa. Korban langsung kami bawa ke rumah sakit,” jelasnya

Sementara itu, Kapolres Pasaman Barat, melalui Kapolsek Gunung Tuleh, AKP Erianto, membenarkan adanya seorang warga Jorong Air Dingin, Nagari Rabi Jonggor, Kecamatan Gunung Tuleh, Kabupaten Pasaman Barat yang tertimbun reruntuhan saat melakukan penambangan emas di kebun miliknya.

“Korban ditemukan sekira pukul 18:30 wib, kemudian korban langsung di bawa ke puskesmas Paroman Ampalu oleh Pihak Polsek Gunung Tuleh. kemudian dilakukan pemeriksaan medis terhadap korban, hasil pemeriksaan medis tidak di temukan tanda kekerasan dan korban murni meninggal karna tertimbun dan kekurangan oksigen,” ungkap Kapolsek kepada awak media.

Dijelaskan bahwa pelaku tambang emas itu memang di luar pantaun pihak Aparat, karena lokasi pertambangan tersebut berada di area perkebunan masyarakat sendiri dan tidak berada di dalam area yang dilarang secara Undang-undang.

“Mengenai pertambangan ilegal dan berada di kawasan sungai atau tempat-tempat yang dilindungi kami selaku aparat terus memantau dan melakukan keamanan, bahkan bulan April kemaren kami telah melaksanakan razia terhadap pelaku tambang ilegal tersebut,” jelas Eriyanto. (EL)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

+ 12 = 20