Sawahlunto akan Buka Lubang Tambang Wisata Baru

PT Bukit Asam Tbk dan Pemkot Sawahlunto, Sumatra Barat berencana membuka lubang tambang baru untuk destinasi wisata. Lubang-lubang tambang yang dikelola PTBA memang tak lagi beroperasi menyusul biaya produksi batu bara yang tak lagi ekonomis bagi perusahaan.

PT Bukit Asam Tbk dan Pemkot Sawahlunto, Sumatra Barat berencana membuka lubang tambang baru untuk destinasi wisata. Lubang-lubang tambang yang dikelola PTBA memang tak lagi beroperasi menyusul biaya produksi batu bara yang tak lagi ekonomis bagi perusahaan.

 

 

 

 

 

 

 

 

REPUBLIKA.CO.ID,  PADANG — Penikmat wisata sejarah akan semakin dimanjakan bila berkunjung ke Kota Sawahlunto, Sumatra Barat. Destinasi wisata sejarah pertambangan akan bertambah, seiring rencana pembukaan lubang tambang bawah tanah di Desa Rantih, Kecamatan Talawi, Sawahlunto pada 2019 nanti. Lubang tambang bawah tanah yang akan dibuka merupakan versi ‘modern’ dari lubang tambang Mbah Soero yang lebih dulu dibuka sebagai destinasi wisata di pusat Kota Sawahlunto sejak 2007.

Lubang tambang yang akan dibuka sebagai pusat pendidikan dan wisata adalah lubang Sawah Luwung dan lubang Lurah Sapan. Keduanya berada di Desa Rantih, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto Sumatra Barat. Lubang-lubang tambang tersebut tergolong ‘baru’ karena mulai dikembangkan oleh PT Bukit Asam Tbk pada 1980-an. Namun karena biaya produksi yang dinilai tak lagi ekonomis bagi perusahaan, sejak tahun 2017 lalu seluruh kegiatan produksi otomatis terhenti.

“Ada bagian tertentu yang kami tetap aktifkan, untuk pariwisata. Namun terpenting akan dijadikan tempat praktik di bawah Politeknik Tambang. Jadi ada dua fungsi: wisata dan pendidikan,” jelas GM PTBA – Unit Pertambangan Ombilin (UPO) Nan Budiman di Sawahlunto, Ahad (19/8).

Meski ada opsi sebagai destinasi wisata, Nan menyebutkan bahwa fungsi utama kawasan lubang tambang bekas operasional PTBA akan lebih banyak sebagai area pendidikan. Nantinya, mahasiswa Politeknik Pertambangan Sawahlunto akan melakukan kerja praktik di lokasi yang disebutkan tadi.

photo

Salah satu lubang tambang batubara di Sawahlunto yang akan dijadikan obyek wisata. Dok Sapto Andika Candra/Republika

 

 

Sedangkan untuk pariwisata, Nan menyebutkan rencana ini masih dikoordinasikan dengan Pemerintah Kota Sawahlunto karena menyangkut keamanan pengunjung. Meski begitu, Nan menegaskan komitmen perusahaan untuk memanfaatkan aset-aset yang ada untuk mendukung industri pariwisata di Sawahlunto.

“Untuk wisata awal 2019 bisa dieksekusi. Kami sedang siapkan beberapa penutupan di beberapa tempat untuk kendalikan gas,” jelas Nan.

Kepala Bagian Perencanaan PTBA UPO, Manap, mengatakan bahwa pemanfaatan lubang pendidikan dan wisata di lubang Sawah Luwung akan bekerja sama dengan Balai Diklat Kementerian ESDM dan Pemerintah Kota Sawahlunto. Khusus untuk wisata, seluruh pengunjung yang masuk ke lubang berukuran tinggi 3 meter dan lebar 4,5 meter tersebut harus mengikuti prosedur keamanan.

“Apakah ke depan layak sebagai wisata tambang atau pendidikan, kami akan kerja sama dengan balai diklat. Selain lubang pendidikan, kami siapkan lubang wisata tambang dan kerjasama dengan Pemda,” jelas Manap.

Dari dua lubang yang akan dibuka untuk pendidikan, lubang Lurah Sapan nantinya akan dikembangkan khusus sebagai wisata pendidikan tambang bagi anak-anak. Lubang yang letaknya paling luar di antara 4 lubang tambang lain di Desa Rantih tersebut akan disulap menjadi kawasan yang ramah anak.

Sedikit berbeda dengan lubang Mbah Soero yang dulunya dikelola oleh pemerintah kolonial Belanda, lubang-lubang tambang yang akan dikembangkan sebagai sentra pendidikan dan wisata sejak awal sudah dikelola PT Bukit Asam. Wisatawan yang berkunjung ke Sawahlunto bisa menambah pengetahuan tentang pertambangan dengan mengunjungi lubang Mbah Soero dan lubang-lubang tambang lainnya nanti.

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

93 − = 89