Sah, Pertamina Kelola Blok Migas Southeast Sumatera

image_title

Pertamina mulai kelola Blok Southeast Sumatera

VIVA – PT Pertamina melalui anak usahanya PT Pertamina Hulu Energi (PHE) resmi menjadi operator wilayah kerja (WK) Migas Southeast Sumatra (SES). Hal itu ditandai dengan seremoni serah terima alih kelola blok SES dari operator lama, CNOOC SES Ltd yang dilakukan di Pulau Pabelokan Kabupaten Kepulauan Seribu, Rabu malam 5 September 2018.

Acara serah terima alih kelola dihadiri oleh Direktur Hulu PT Pertamina, Dharmawan Samsu, PTH Direktur Utama PHE Huddie Dewanto,  Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi dan Presiden CNOOC Cui Hanyun.

Blok migas di lepas pantai tersebut akan dioperasikan oleh PHE Offshore Southeast Sumatra (PHE OSES) sebagai operator baru sampai 20 tahun ke depan atau hingga 2038. Secara resmi, PHE OSES mulai mengelola blok tersebut per 6 September 2018.

“Merupakan suatu kebahagiaan bagi kami keluarga besar Pertamina dan PHE khususnya yang telah mendapat kepercayaan untuk segera mengemban amanah pengelolaan blok Southeast Sumatra,” ujar Direktur Hulu Pertamina, Dharmawan Samsu dalam sambutannya mewakili Direktur Utama Pertamina.

Blok SES tersebut merupakan salah satu penghasil minyak dan gas bumi terbesar di Indonesia. Hingga Agustus 2018, tercatat produksi minyak dan gas bumi di WK SES adalah sebesar 31.120 barel per hari (bph) dan gas sebesar 137,5 juta Standard Kaki Kubik per hari (mmscfd).

“Blok tersebut memiliki nilai strategis bagi industri migas tanah air dalam mendukung pencapaian target produksi nasional untuk mencapai ketahanan energi nasional,” imbuh mantan Head of Country British Petroleum (BP) Indonesia tersebut.

Pekerja di Blok SES  Pindah ke Pertamina 

Dalam acara seremoni alih kelola juga  dilakukan penyerahan dokumen alih kelola kepada PHE OSES. Selain itu, alih kelola juga ditandai dengan pemakaian atribut Pertamina oleh pekerja yang kini menjadi pekerja PHE OSES. Hal itu menandakan bahwa pekerja yang berada di blok tersebut akan diserap oleh Pertamina.

“Secara khusus kepada pekerja CNOOC SES Ltd yang bergabung dalam keluarga besar Pertamina Hulu Energi. Saya atas nama pimpinan Pertamina mengucapkan selamat datang di Pertamina Group,” kata Dharmawan.

Untuk diketahui, hasil produksi gas lapangan SES tersebut selama ini digunakan untuk pembangkit listrik milik PLN di Cilegon. Sedangkan produksi minyak dari WK SES sebelum alih kelola seluruhnya diekspor. Namun setelah alih kelola oleh PHE OSES, seluruh produksi minyak akan diproses sepenuhnya di kilang-kilang Pertamina untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar dalam negeri.

Dalam empat tahun terakhir, tercatat produksi di WK SES stabil dan cenderung menurun di kisaran 31 ribu bph karena adanya natural decline. PTH Direktur Utama PHE Huddie Dewanto mengatakan, hal ini adalah tantangan bagi pihaknya bagaimana mengoperasikan lapangan ini secara efisien.

“Tentu tanpa mengesampingkan aspek QHSSE (Quality, Health, Safety, Security & Environment) dan Operational Excellence serta mencari terobosan-terobosan baru untuk meningkatkan produksi,” ujar Huddie.

Untuk diketahui, blok Southeast Sumatra ini merupakan salah satu pionir dalam kontrak bagi hasil migas di lepas pantai di Indonesia. Kontrak bagi hasil blok SES ditandatangani pertama kali pada 6 September 1968 atau kini telah berusia 50 tahun. Selama beroperasi, WK SES disebut pernah mengalami masa puncak produksi pada Juli 1991 dengan produksi harian sebesar 244.340 Bph.

Pada 20 April 2018, Pertamina mendapatkan penugasan pemerintah untuk mengelola 8 WK yang habis masa kontraknya di tahun 2018. Seratus persen participating interest delapan blok tersebut, salah satunya WK SES diserahkan kepada Pertamina. Secara jangka panjang, lapangan yang sudah cukup lama dikelola tersebut diharapkan dapat memberikan nilai positif bagi ketahanan energi nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

+ 55 = 59