Rupiah Masih Tertekan Peningkatan Permintaan Dolar

Rupiah Masih Tertekan Peningkatan Permintaan Dolar
Ilustrasi pelemahan rupiah. (CNN Indonesia/Hesti Rika)

Jakarta, CNN Indonesia — Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.735 per dolar Amerika Serikat (AS) pada pagi ini, Senin (3/9).

Posisi ini melemah dari posisi akhir pekan lalu Rp14.725 per dolar AS.

Sejalan dengan rupiah, mayoritas mata uang di kawasan Asia juga melemah, mulai dari won Korea Selatan melemah 0,35 persen dan ringgit Malaysia minus 0,29 persen.

Lalu, baht Thailand minus 0,11 persen, peso Filipina minus 0,09 persen, dan dolar Singapura minus 0,06 persen.

Begitu pula dengan mata uang utama negara maju, seluruhnya kompak melemah dari mata uang Negeri Paman Sam, seperti poundsterling Inggris melemah 0,29 persen dan rubel Rusia minus 0,29 persen.

Kemudian, dolar Kanada minus 0,21 persen, dolar Australia minus 0,1 persen, franc Swiss minus 0,09 persen, dan euro Eropa minus 0,05 persen.

Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada memperkirakan pelemahan rupiah terus berlanjut karena permintaan pasar terhadap dolar AS masih meningkat.

“Kembali meningkatnya permintaan dolar AS akan membuat pergerakannya cenderung meningkat dan berimbas pada melemahnya rupiah,” ucap Reza, Senin (3/9).

Menurutnya, pasar kian meningkatkan permintaan dolar AS karena kekhawatiran terhadap perang dagang AS dengan sejumlah mitra dagangnya terus berlanjut, khususnya dengan China.

“Pelaku pasar juga mengkhawatirkan kondisi yang sama akan diberlakukan oleh Uni Eropa. Sementara, dari dala negeri masih minim sentimen positif sehingga rupiah pun kembali terdepresiasi,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

30 − = 27