Ribuan Masyarakat Pasaman Barat Demo, Tuntut Bupati Pecat Sekda

Ribuan Masyarakat Pasaman Barat Demo, Tuntut Bupati Pecat Sekda
Ribuan masyarakat Pasaman Barat berunjuk rasa di depan Kantor Bupati Pasaman Barat, Senin (30/4/2018) (Foto: Siel Saputra)

PASAMAN BARAT – Ribuan massa yang mengatasnamakan Masyarakat Pasaman Barat Bersatu, melakukan unjukrasa di Halaman Kantor Bupati Pasaman Barat, Senin (30/4/2018).

Pantauaan Minangkabaunews.com di lapangan kantor Bupati Pasaman Barat para pendemo datang dengan membawa spanduk yang bertuliskan tuntutan-tututan, salah satunya menuntut sekda Pasbar, Manus Handri utuk mundur dari jabatannya, serta menyuarakannya menggunakan pengeras suara.

Massa yang dikomandoi Khairul Ambri, menyampaikan tuntutan masyarakat di depan bupati Pasbar Syariyan yaitu menuntut agar memberhentikah Sekda, beserta beberapa pejabat lainnya yaitu Asisten II Pasbar Irwan, Asisten III Pasbar Afwan, kepala dinas Lingkungan Hidup Pasbar Edi Busti, Kepala Dinans Pendidikan Pasbar Marwazi, Kepala dinas Pertanian Tanaman Pangan Peternakan Pasbar Memizesmita, Kepala Dinas Kesehatan Pasbar Haryundira, dan kepala Dinas Pekerjaan Umun Pasbar Rafaan, dalam kurun waktu yang sesingkat singkatnya.

Dikatakannya Sekda Pasbar telah melakukan tindak penghianatan bagi pimpinan seperti tindakan rangkap jabatan sebagai ketua Baznas Pasbar, yang bertentangan dengan UU No. 25 Tahun 2009 tentang pelayanan publik, UU No. 23 tahun 2011 tentang pengelolaan zakat serta peraturan Badan Amil Zakat Nasional No. 01 tahun 2014 tentang pedoman tatacara pengajuan pertimbangan pengangkatan/pemberhenrian pimpinan Amil Zakat Nasional Provinsi dan Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten/Kota. Jelasnya.

“Selain adanya fakta pelanggaran hukum yang telah dilakukan Manus Handri sebagai seorang Sekda. Dia juga telah melakukan tindakan yang diduga menyalahgunakan kewenangan demi kepentingan peribadi dan keluarga, yang kami anggap sebagai tindakan penghianatan bagi pimpinannya,” pungkas Khairul.

“Masyarakat Pasaman Barat Bersatu menyampaikan tuntutan kepada Bupati Pasaman Barat agar memecat Manus Handri sebagai Sekda Pasbar dan segera menandatangani surat persetujuan pemberhentian dalan tempo sesingkat-singkatnya hari ini Senin 30 April 2018,” tandas Khairul.

“Segera berhentikan OPD dari jabatannya yang diduga kuat telah melakukan perselingkuhan jahat untuk kepentingan golongan tertentu dengan Manus Handri sebagai Sekda, serta berbagai tindakan yang dilakukan oleh OPD diatas diantaranya tidak menyantuni bawahan, tidak menghargai pimpinan, bersikap kasar, menindas, tidak bermoral dan tidak berbuat untuk kepentingan rakyat serta kemampuan manajerial skill yang lemah,” ucapnya.

Bupati Pasbar Syahiran didampingi Wabub Yulianto mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang telah menyampaikan aspirasinya dengan damai tampa ada kerusuhan. Serta menerima aspirasi masyarakat tersebut dan akan mengklirifikasi permasalahan tersebut secepatnya.

“Paling lambat diakhir bulan ramadhan nanti kami akan ambil keputusan, karena itu semua punya prosedur, dan saya harus melaporkan masalan ini ke Gubernur Sumatera Barat,” janjinya. (EL)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− 3 = 4