Remaja 17 Tahun Terlibat Jaringan Narkoba Nigeria-Indonesia

Remaja 17 Tahun Terlibat Jaringan Narkoba Nigeria-IndonesiaIlustrasi ekstasi. (CNN Indonesia/Megiza)

 

 

 

 

 

Jakarta, CNN Indonesia –Seorang remaja berinisial RS (17) terlibat dalam kasus narkotika jenis ekstasi jaringan internasional Nigeria-Indonesia. Karena masih di bawah umur, status RS saat ini ditetapkan sebagai Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH).

Sebelum penangkapan, Dit Resnarkoba Polda Metro Jaya menerima informasi terkait transaksi jaringan internasional jenis ekstasi yang dikendalikan oleh seorang pria warga negara Nigeria bernama Paul.
“Kami dapat informasi ada pengiriman ekstasi dari Perancis ke Indonesia. Rencananya barang itu akan diedarkan di Indonesia,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya di Mapolda Metro Jaya, Jumat (20/7).
Dari hasil penyelidikan tim selama satu setengah bulan, kepolisian memastikan bahwa informasi tersebut adalah benar. Pada Jumat (13/7) sekitar pukul 13.00 WIB, tim mengikuti RS yang sedang mengendarai sepeda motor.
Hingga pukul 17.20 WIB di tempat kejadian perkara (TKP), tepatnya di depan Rumah Makan Gudeg Pejompongan, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, polisi mengamankan RS beserta bungkusan paket yang dibawanya berisi 2.915 butir pil ekstasi. Modusnya adalah dengan pengiriman paket.
“Jadi paket itu dilem atau dilakban. Seolah-olah ini adalah bungkus saja, dan untuk kamuflase berikutnya adalah dibungkus dengan pakaian anak,” kata Argo.
Dari keterangan RS, dia mengaku diperintahkan untuk mengambil paket tersebut oleh tersangka lain berinisial AS. RS diminta menyimpan paket tersebut di rumahnya hingga ada instruksi lebih lanjut.
Adapun AS adalah narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang kasus pencucian uang dan mengendalikan perintah melalui telepon.
Setelah polisi mendatangi Lapas Cipinang, AS mengaku telah mendapat pekerjaan dari Paul untuk mengambil paket berisi narkoba. Saat ini, AS dan RS beserta barang bukti telah dibawa ke Dit Resnarkoba Polda Metro Jaya guna menjalani proses hukum.
Tersangka pun terancam dijerat pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana maksimal seumur hidup atau hukuman mati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

81 + = 85