Solok, (Antaranews Sumbar) – Sebanyak 45 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Solok, Sumatera Barat tidak hadir tanpa keterangan di hari pertama masuk kerja, Kamis.

Menurut Wali Kota Solok Zul Elfian, di Solok harusnya seluruh ASN tidak lagi menambah masa libur lebaran yang sudah terbilang cukup panjang yang sudah diberikan pemerintah, setidaknya ada 10 hari masa libur.

Hal itu ditegaskan, Zul Elfian dalam apel gabungan di Balaikota Solok, Kamis pagi.

“Sanksi bisa saja dalam bentuk teguran dan lainnya sesuai dengan aturan yang berlaku tentang disiplin pegawai, kita tidak mentolerir pegawai yang indisipliner,” ujarnya.

Wako juga meminta ASN tetap mempertahankan nilai-nilai disiplin yang telah diajarkan selama bulan Ramadhan. Jabatan dan pekerjaan juga amanah yang harus dipertanggungjawabkan.

“Jangan hanya disiplin ibadah di bulan Ramadhan, tapi kembali kendor ketika sudah diluar Ramadhan,” ujarnya.

Sementara itu, juga dilaporkan ada sekitar 76 ASN yang mengambil cuti usai masa libur panjang.

Rata-rata, menurut kepala BKPSDM setempat, Natsiruddin, banyak yang cuti didominasi pegawai perempuan karena melahirkan.

Dalam surat edaran yang dikeluarkan Pemerintah setempat bagi pegawai yang tidak hadir apel dan mengajukan izin tidak ikut apel dianggap tanpa keterangan (TK), akan dikenakan pemotongan Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) sebesar dua persen.

Juga turut hadir dalam apel, Wawako Solok Reinier, Sekda Rusdianto dan segenap pimpinan OPD di lingkungan Pemko Solok. (*)