Profesor Indonesia Raih King Faisal International Prize 2018

 Profesor Irwandi Jaswir meraih penghargaan King Faisal International Prize 2018 di Riyadh, Arab Saudi atas pelayanannya terhadap Islam

Profesor Irwandi Jaswir meraih penghargaan King Faisal International Prize 2018 di Riyadh, Arab Saudi atas pelayanannya terhadap Islam

JEDDAH — Seorang profesor asal Indonesia meraih penghargaan King Faisal International Prize (KFIP) 2018 di Riyadh, Rabu (10/1). Profesor Irwandi Jaswir diakui karena kontribusinya dalam ilmu kehalalan makanan.

Penelitiannya di bidang ini telah membawa perkembangan pada metode baru menganalisis kandungan makanan. Ia mengembangkan metode baru deteksi cepat kandungan nonhalal pada hidangan.

Seperti dilansir di Arab News, perangkat Portable Electronic Nose yang diusungnya bisa mendeteksi keberadaan alkohol atau lemak babi dalam hitungan detik. Ini membuatnya berhak memenangkan perhargaan kategori pelayanan untuk Islam.

photo

Makanan halal

Profesor Jaswir saat ini menjabat Wakil Dekan International Institute for Halal Research and Training (INHART) dan Secretary of Council of Professors di International Islamic University Malaysia (IIUM).

Ia sudah mempublikasikan beragam temuan dan penelitian terkait ilmu halal. Komite Penghargaan menyebut Prof Jaswir telah melakukan banyak hal untuk menjadikan INHART dan IIUM terdepan dalam dunia halal.

Ia juga mengembangkan alternatif makanan halal serta memproduksi gelatin halal dari berbagai sumber halal seperti unta dan ikan. Komite mencatat kolaborasi Prof Jaswir dan ilmuwan lain pun berhasil mengembangkan metode deteksi kandungan nonhalal pada kosmetik.

Dilansir Saudi Gazette, Prof Jaswir lahir di Medan, Sumatera Utara. Ia memperoleh gelar sarjananya di Institut Pertanian Bogor pada 1992. Ia kemudian melanjutkan Master di bidang Ilmu Bioteknologi dan Makanan pada 1996. Gelar doktor diperolehnya pada 2000 dari Universitas Putra di Malaysia.

Sejak didirikan pada 1979, KFIP memberikan penghargaan dalam Pelayanan terhadap Islam, Studi Islam, Bahasa Arab dan Sastra, Kedokteran dan Ilmu Pengetahuan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

+ 52 = 60