Presiden mulai tinjau sejumlah proyek pembangunan pedesaan di Dharmasraya

Dharmasraya, (Antaranews Sumbar) – Presiden Joko Widodo meninjau sejumlah proyek pembangunan pedesaan di Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat dalam kunjungan kerjanya pada Rabu.

Menurut laporan Antara di Dharmasraya, Presiden melihat sekilas beberapa proyek pembangunan infrastruktur dasar pedesaan, salah satunya meninjau Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) berupa akses jalan di Kecamatan Sitiung.

Jalan rabat beton itu dibangun sepanjang 1.570 meter untuk memudahkan akses jalan bagi masyarakat dengan dana pembangunan jalan sebesar Rp596,5 juta.

Presiden juga meninjau pembangunan saluran air minum dan sanitasi dari program PISEW.

Kemudian Kepala Negara juga memeriksa pembangunan infrastruktur irigasi penunjang pertanian proyek Pemanfaatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) di Nagari Sungai Duo, Kecamatan Sitiung.

Pada acara tersebut, Presiden diberikan penjelasan pembangunan oleh Dirjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Imam Santoso.

Jokowi turun dari kendaraan kepresidenan dan berjalan di sisi irigasi di tengah gerimis yang mengguyur. Sejumlah masyarakat antusias melihat kunjungan presiden ke pinggir sawah tersebut dengan mengabadikan momen itu menggunakan telepon pintar.

Kepala Negara juga sebelumnya menyaksikan pemberian 4.000 paket sembako berisi beras, minyak, gula, dan teh bagi masyarakat Kabupaten Dharmasraya.

Lalu pada Rabu siang Presiden juga direncanakan “blusukan” meninjau pembangunan Embung Sitiung di Nagari Sungai Duo Kecamatan Sitiung sebagai proyek dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Embung tersebut memiliki volume penampungan air sebesar 15.625 meter kubik yang dibangun dengan jumlah dana Rp810 juta.

Pemerintah menargetkan pembangunan proyek tersebut selama 90 hari kerja dengan tenaga kerja 50 orang.

Pemerintah pusat telah menyerahkan dana desa kepada pemerintah di daerah untuk menumbuhkan perekonomian daerah dan memberikan lapangan kerja melalui proyek padat karya.

Pada 2015, dana desa yang diberikan sebesar Rp20,76 triliun dengan per desa Rp280,3juta, kemudian pada 2016 dana desa diberikan Rp46,98 triliun dengan jumlah per desa mendapat Rp643,6 juta, lalu pada 2017 dana desa dibagikan Rp60,0 triliun dengan jumlah per desa mendapat Rp800,4 juta.

Presiden Jokowi berada di Sumatera Barat sejak Rabu hingga Jumat (9/2) juga untuk menghadiri puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2018.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 + 3 =