Polres Sijunjung Amankan Puluhan Senjata Api

Polres Sijunjung Amankan Puluhan Senjata Api            Wali Nagari Sinyamu Kecamatan Tanjung Gadang Dai Asmadi secara simbolis menyerahkan senjata api rakitan jenis Balansa atau Gobok kepada Kapolres Sijunjung AKBP H.Imran Amir S.IK,MH, Senin (15/1) di halaman Mapolres Sijunjung.

SIJUNJUNG, HARIANHALUAN.COM– Sesuai dengan arahan dan perintah dari Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda)  Sumatera Barat kepada seluruh  jajaran Kepolisian Resort yang ada di wilayah kerja masing masing. Jajaran Polres Sijunjung berhasil mengamankan 22 pucuk senjata api (Senpi) jenis Blansa dan Gobok dari masyarakat.

Penyitaan senpi yang dimiliki masyarakat itu menyusul atas adanya kejadian yang menyebabkan tewasnya balita di salah satu Kabupaten di wilayah Sumatera Barat beberapa waktu lalu.

Kapolres Sijunjung AKBP Imran Amir S.IK,MH didampingi Kasat Intelkam Iptu Adisman dan Paur Humas Iptu Ajo Nasrul serta Wali nagari Sinyamu Dai Asmadi dan Ketua KAN Tanjung Bonai Aur Zulma Fitra mengatakan bahwa penggunaan senpi rakitan merupakan pelanggaran terhadap UU No.12 tahun 1951.

“Penggunaan Senpi rakitan  ataupun senjata api jenis lainnya secara illegal jelas melanggar undang-undang (UU) darurat Nomor 12 tahun 1951. Senjata Api rakitan jenis gobok dan Balansa ini diamankan atas kesadaran masyarakat untuk menyerahkan Senpi tersebut dalam rangka menciptakan dan menjaga situasi Kamtibmas di wilayah Hukum Polres Sijunjung betul-betul aman dan kondusif” ujar Kapolres Sijunjung dalam keterangan persnya kepada wartawan Senin (15/1) di Mapolres Sijunjung yang dihadiri oleh Kapolsek Lubuktarok, Iptu Syafruddin Arief, Kapolsek Tanjung Gadang, Iptu Beza Mendropa, Kapolsek Tanjung Koto VI, AKP Suyanto, Kapolsek Ampek Nagari, AKP Anton KJ, Kapolsek Kamangbaru, AKP Lazuardi, dan Kapolsek Sumpurkudus, Iptu Mulyadi.

Dijelaskan Kapolres, senpi jenis gobok dan blansa yang diserahkan masyarakat itu berjumlah 22 pucuk yang didapati dari wilayah hukum Polsek Kamang Baru sebanyak 6 pucuk, Sumpur Kudus 2 pucuk, Lubuk Tarok 2 pucuk, Tanjung Gadang 3 pucuk, Ampek Nagari 1 pucuk, Koto VII 3 pucuk dan dari polres sebanyak 5 pucuk.

“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat yang memiliki senpi rakitan atau illegal untuk segera menyerahkan kepada pada pihak kepolisian atau Polsek terdekat. Jangan sampai ada tindakan hukum. Jika masih kedapatan menyimpan atau menggunakan, maka akan kita tindak tegas,” tegas H. Imran Amir.

Selain itu, Terkait soal hama babi, Kapolres Sijunjung juga menyarankan masyarakat untuk kerjasama dengan Perbakin dan Polsek.

“Silahkan kerjasama dengan pihak Polsek dan Perbakin untuk memberantas hama babi,” katanya..

Walinagari Sinyamu Tanjung Gadang, Dai Asmadi sangat mendukung program tersebut dan mengakui bahwa Senpi jenis senaji masih banyak di tengah masyarakat.

“Itu peninggalan nenek moyang untuk menjaga sawah dari hama babi. Manfaat dan mudoratnya ada. Kami yakin masyarakat akan menyerahkannya atas kesadarannya,” kata Dai Asmadi didampingi Ketua KAN (Kerapatan Adat Nagari ) Tanjung Boni Aur, Kecamatan Sumpur Kudus Zulma Fitra yang juga mengakui banyak senpi Gobok ditengah masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 + = 5